Laskarmalaka.com || Sekretaris Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Malaka, Melkianus Klau (Topeng), menilai bahwa aksi dan pernyataan Ketua IMMALA Jakarta terkait kasus yang menyeret Ketua DPRD Malaka menunjukkan sikap yang tidak proporsional dan tidak mencerminkan intelektualitas seorang aktivis.
Kasus yang melibatkan Ketua DPRD Malaka tersebut, menurut Melkianus, sudah resmi ditangani aparat penegak hukum, sehingga tidak pantas dimanfaatkan sebagai alat propaganda dengan kata-kata kasar dan penghinaan yang dilontarkan dalam orasi IMMALA Jakarta.
“Kasus Ketua DPRD Malaka sudah berada di jalur hukum. Yang dilakukan IMMALA Jakarta dengan menyebut wakil rakyat sebagai binatang bukan kritik, tetapi penghinaan yang justru memperburuk citra mahasiswa,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dirinya menegaskan bahwa peristiwa yang dipersoalkan IMMALA Jakarta terjadi di luar jam kerja kedewanan, sehingga framing seolah-olah mencemarkan lembaga DPRD dianggap sebagai upaya membentuk opini publik yang tidak objektif.
Selain itu, Melkianus menyebut gaya orasi Ketua IMMALA Jakarta sebagai bentuk ekspresi yang tidak terdidik.
Menurutnya, seorang pemimpin mahasiswa seharusnya mengedepankan isi, bukan emosi.
“Kalau Ketua IMMALA Jakarta orasinya seperti itu, sangat wajar masyarakat Malaka mempertanyakan kapasitas intelektualnya. Jangan-jangan IMMALA Jakarta hanya mencari sensasi, bukan solusi,” katanya.
Ia bahkan mempertanyakan motif IMMALA Jakarta yang seolah “bersemangat” menyudutkan Ketua DPRD Malaka, namun diam terhadap persoalan yang lebih substantif dan menyangkut kerugian publik.
Melkianus menilai IMMALA Jakarta telah gagal melihat prioritas pembangunan dan problem besar di daerah.
Menurutnya, jika benar mengatasnamakan kepentingan rakyat, mahasiswa semestinya mengangkat isu yang menyentuh langsung masyarakat.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















