“Sebelumnya sudah ada kesepakatan dengan kepala sekolah bahwa setelah pekerjaan selesai baru dibayar 11 persen. Tapi kepala sekolah mengabaikan kesepakatan tersebut, ketika dihubungi dirinya mengaku bahwa uangnya masih ada, jika ada kenapa tidak dibayar?” Tanya dia
Selain itu, kata dia, penyegelan ini akan dilakukan sampai ada pembayaran.
“Kami pekerja sepakat bahwa penyegelan ini akan dibuka ketika semua pembayaran sudah dilakukan oleh kepala sekolah. Jika masih tetap diabaikan akan kami bawa persoalan ini sampai ke dinas pendidikan provinsi NTT,”ujarnya
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hingga berita ini diturunkan kepsek SLB Loofoun Bone belum berhasil dikonfirmasi.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















