Persoalan tersebut menjadi penting karena pencatatan identitas merupakan bagian dari proses digitalisasi pelayanan CKG. Pemeriksaan tidak cukup hanya dilakukan, tetapi hasilnya harus tercatat sehingga dapat menjadi dasar untuk menentukan tindak lanjut.
Dalam pelaksanaan CKG sekolah, pemeriksaan diarahkan untuk mendeteksi faktor risiko, kondisi pra-penyakit, dan penyakit sejak dini. Pemeriksaan dapat mencakup status gizi, kesehatan indera, kesehatan gigi, kesehatan jiwa, hingga anemia.
Dengan demikian, keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari banyaknya anak atau masyarakat yang datang untuk diperiksa. Hasil pemeriksaan juga harus dapat digunakan untuk memastikan peserta yang membutuhkan pelayanan lanjutan tidak berhenti pada tahap skrining.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Puskesmas Biudukfoho, tantangan CKG kini berada pada dua sisi sekaligus: memperluas jangkauan pelayanan dan memastikan seluruh hasil pemeriksaan tercatat secara digital.
Puskesmas membagi tugas input data kepada petugas yang berada di dalam gedung maupun tim yang melakukan pelayanan lapangan. Empat petugas melakukan input setiap hari di puskesmas, sedangkan petugas lapangan melakukan pencatatan setelah kembali dari desa.
Pola tersebut dibuat agar pelayanan luar gedung tidak menimbulkan penumpukan data dan seluruh pemeriksaan dapat segera masuk ke sistem.
“Kami ingin pelayanan semakin dekat dengan masyarakat, tetapi datanya juga harus masuk. Jadi pelayanan dan sistem pencatatan harus berjalan bersama,” kata Beatus.
Secara nasional, CKG telah dilaksanakan sejak 10 Februari 2025. Pada akhir 2025, program tersebut telah menjangkau seluruh 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, dan lebih dari 10.000 puskesmas.
Di Biudukfoho, pekerjaan berikutnya bukan sekadar mengejar angka cakupan. Puskesmas harus memastikan lebih dari 7.000 sasaran mendapatkan kesempatan pemeriksaan, termasuk para pelajar, sekaligus memastikan setiap hasil pemeriksaan tercatat dan ditindaklanjuti.
Dengan pendekatan itu, CKG diharapkan tidak berhenti sebagai program pemeriksaan gratis, tetapi menjadi pintu masuk bagi deteksi dini dan penanganan masalah kesehatan masyarakat di tingkat desa.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















