Suasana haru terlihat jelas saat proses peletakan batu pertama berlangsung di Bereliku. Warga sekitar turut hadir menyaksikan momen tersebut dengan penuh antusias. Bagi keluarga Mama Anastasia Abuk, bantuan rumah itu menjadi harapan baru setelah sekian lama hidup dalam keterbatasan.
Dengan mata berkaca-kaca, Anastasia Abuk mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Malaka kepada keluarganya.
“Saya tidak tahu harus bicara apa lagi. Terima kasih banyak untuk Bapak Bupati SBS dan Bapak Wakil Bupati HMS yang sudah peduli dengan kami orang kecil. Selama ini kami tinggal dalam keadaan sederhana, tapi hari ini kami merasa diperhatikan,” ungkap Anastasia dengan suara lirih penuh haru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Satgas Pamtas RI–RDTL Yon Armed-12 yang akan membantu proses pembangunan rumahnya.
“Semoga Tuhan membalas semua kebaikan ini. Kami tidak punya apa-apa untuk membalas, hanya doa supaya semua yang membantu selalu diberi kesehatan dan berkat,” lanjutnya.
Keterlibatan Satgas Pamtas RI–RDTL Yon Armed-12 memperlihatkan semangat gotong royong yang masih hidup kuat di Kabupaten Malaka. Kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan perubahan nyata bagi rakyat kecil.
Langkah sederhana di sebuah dusun kecil itu menjadi pesan kuat bahwa pembangunan sejatinya dimulai dari kepedulian terhadap rakyat. Di bawah kepemimpinan SBS-HMS, harapan itu perlahan terus dibangun dari desa-desa di Kabupaten Malaka.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















