Selain itu, turnamen juga menerapkan sistem promosi dan degradasi. Tim dengan performa terbaik akan promosi ke Liga 1, sedangkan tim dengan hasil terendah harus turun ke Liga 2. Meski demikian, kesempatan bertahan atau naik kasta tetap terbuka melalui babak play-off.
“Pada fase play-off, tim yang menang akan memastikan tiket promosi ke Liga 1. Sebaliknya, tim yang kalah harus rela terdegradasi ke Liga 2,” jelasnya.
Dodi menegaskan, penerapan sistem kompetisi tersebut merupakan bagian dari upaya serius membangun ekosistem sepak bola yang berjenjang dan berkelanjutan di Kabupaten Malaka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Ini langkah awal untuk menciptakan kompetisi yang sehat, terstruktur, dan berkelanjutan. Kami ingin dari Malaka lahir pemain-pemain berkualitas yang bisa bersaing di tingkat nasional,” tegasnya.
Ia berharap melalui kompetisi yang kompetitif dan terstruktur tersebut, para pemain muda Malaka dapat mengembangkan kemampuan teknik, taktik, serta mental bertanding sejak usia dini.
“Kita berharap melalui kompetisi ini generasi muda Malaka, khususnya kelompok U-12, U-14, dan U-16, mampu mengasah kemampuan dan membuka jalan menuju prestasi yang lebih tinggi,” tutup Dodi.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















