Dalam rapat evaluasi akhir semester, sekolah juga menegaskan bahwa persoalan keuangan Komite/IPB tidak menjadi syarat bagi siswa untuk mengikuti ujian. Semua siswa tetap diperbolehkan mengikuti ujian tanpa diskriminasi, termasuk bagi keluarga yang mengalami kendala ekonomi.
Kebijakan itu disebut sejalan dengan komitmen sekolah mendukung pencegahan Anak Rentan Putus Sekolah (ARPS). Para wali kelas bahkan menerapkan pendekatan jemput bola dengan mendatangi rumah siswa yang sakit agar tetap dapat mengikuti ujian susulan.
Robertus mengapresiasi dedikasi para guru yang dinilai aktif memastikan seluruh siswa tetap memperoleh hak pendidikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Guru bukan hanya mengajar di kelas, tetapi juga memastikan tidak ada siswa yang tertinggal dalam proses pendidikan,” ujarnya.
Sebagai bentuk penghargaan atas prestasi siswa, sekolah juga merencanakan kegiatan rekreasi edukatif ke Wini bersama Dewan Guru. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi sarana penyegaran sekaligus meningkatkan motivasi siswa menghadapi tahun ajaran 2026.
Melalui evaluasi tersebut, SMAN Harekakae menegaskan komitmennya membangun budaya prestasi melalui olahraga, disiplin, dan penguatan karakter siswa.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















