Laskarmalaka.com || Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, terus memperkuat kualitas pelayanan melalui penerapan service excellent. Upaya ini dilakukan dengan membangun budaya pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada tindakan medis, tetapi juga mengedepankan keramahan, empati, kenyamanan, dan keselamatan pasien.
Perubahan tersebut terlihat dari cara petugas menyambut pasien, memberikan informasi, hingga mendampingi keluarga selama proses perawatan.
Direktur RSUPP Betun dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, FISQua, mengatakan pelayanan kesehatan yang berkualitas harus mampu memberikan rasa aman dan harapan kepada pasien.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Rumah sakit harus menjadi tempat yang menghadirkan harapan. Karena itu, kami terus membangun budaya pelayanan yang mengedepankan empati, keramahan, profesionalisme, dan keselamatan pasien,” ujar Oktelin.
Menurut dia, peningkatan mutu pelayanan tidak cukup hanya dilakukan melalui pembenahan fasilitas dan teknologi medis. Kualitas sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
Untuk itu, RSUPP Betun secara berkala memberikan pelatihan kepada tenaga kesehatan dan tenaga pendukung. Pelatihan tersebut mencakup komunikasi efektif, etika pelayanan, pengelolaan keluhan pasien, serta penguatan empati dalam berinteraksi dengan pasien dan keluarga.
Oktelin mengatakan, pasien tidak hanya membutuhkan tindakan medis, tetapi juga kepastian informasi dan sikap yang bersahabat selama menjalani pengobatan.
Pengalaman pasien
Upaya tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Maria Fatima Hoar, keluarga pasien di RSUPP Betun, mengatakan dirinya merasakan pelayanan yang ramah dan penuh perhatian dari petugas.
“Saya sangat bersyukur dengan pelayanan di RSUPP Betun. Sejak kami datang, semua petugas menyambut dengan ramah dan melayani dengan penuh kesabaran,” kata Maria.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















