Laskarmalaka.com || Rumah Sakit Umum Pemerintah Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai mematangkan persiapan menghadapi perubahan mekanisme klaim BPJS Kesehatan yang direncanakan menggunakan platform Satu Sehat mulai Januari 2027.
Persiapan dilakukan melalui evaluasi internal yang melibatkan bagian rekam medis, bagian klaim, dokter umum, BPJP, serta kepala ruangan rawat inap dan rawat jalan. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh unsur rumah sakit memahami alur pelayanan dan kelengkapan administrasi yang dibutuhkan dalam penerapan sistem baru tersebut.
Ketua Tim Fraud RSUPP Betun, Hayuni Azmi Rengganis, mengatakan kesiapan sumber daya manusia dan kelengkapan data pasien menjadi perhatian utama menjelang perubahan mekanisme klaim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hal yang paling dominan dibahas adalah mengenai klaim. Kami dari bagian klaim sudah ke Wonosobo untuk belajar tentang klaim Satu Sehat,” ujar Hayuni saat ditemui media ini di RSUPP Betun, Senin (31/8/2026).
Menurut Hayuni, kunjungan pembelajaran ke Wonosobo dilakukan untuk mempelajari sistem, mekanisme, dan tahapan pengajuan klaim berbasis Satu Sehat. Pengetahuan tersebut menjadi referensi bagi RSUPP Betun dalam menyiapkan proses transisi agar berjalan lebih baik.
“Dari Wonosobo kita belajar sistemnya bagaimana, alurnya bagaimana, supaya ke depan kita bisa lebih baik lagi,” katanya.
Ia menjelaskan, saat ini proses klaim di RSUPP Betun masih dilakukan secara langsung melalui BPJS Kesehatan.
Sementara itu, sesuai rencana penerapan yang sedang dipersiapkan, mekanisme klaim akan diarahkan melalui Satu Sehat mulai Januari 2027.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















