Laskarmalaka.com || Meski Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malaka 2030 masih beberapa tahun lagi, Partai Golkar Kabupaten Malaka mulai membuka pembicaraan mengenai regenerasi kepemimpinan daerah.
Wacana tersebut mengemuka dalam rapat konsolidasi Partai Golkar yang berlangsung di Sekretariat DPD II Partai Golkar Kabupaten Malaka.
Dewan Pertimbangan Partai Golkar Malaka, Markus Pandie, dalam rapat tersebut mendorong kader-kader partai mulai mempersiapkan diri menghadapi agenda politik mendatang, baik Pemilu Legislatif maupun Pilkada.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Markus, konsolidasi organisasi tidak hanya berkaitan dengan penguatan struktur partai, tetapi juga menjadi ruang untuk mempersiapkan kader yang dinilai memiliki kapasitas untuk mengikuti kontestasi politik pada masa mendatang.
“Selaku Dewan Pertimbangan Partai Golkar, saya harus menyampaikan pertimbangan agar kader Partai Golkar menyiapkan diri untuk menghadapi Pilkada, termasuk Pileg mendatang,” kata Markus.
Ia menyebut Partai Golkar Malaka memiliki sejumlah kader yang dapat dipersiapkan untuk menghadapi agenda politik berikutnya.
Markus juga menyinggung kepemimpinan Bupati Malaka Stefanus Bria Seran (SBS) dan Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS) sebagai bagian dari kader Partai Golkar yang saat ini memimpin Kabupaten Malaka.
Menurut dia, keterbatasan masa jabatan kepala daerah membuat partai perlu mulai memikirkan proses regenerasi kepemimpinan daerah.
“Walaupun Pilkada masih lama, sebagai pengurus dan kader partai harus bisa melakukan konsolidasi sambil mengenalkan kader-kader terbaik kita di Partai Golkar,” ujarnya.
Dalam pembicaraan tersebut, Markus menyebut Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Malaka sekaligus Ketua DPRD Malaka, Adrianus Bria Seran, SH (ABS), serta HMS sebagai kader yang perlu mempersiapkan diri apabila nantinya mendapatkan mandat partai untuk maju dalam Pilkada.
“Saat ini kita memiliki dua kader terbaik Partai Golkar, SBS-HMS, yang sementara memimpin Malaka. SBS tidak bisa maju lagi karena sudah menjabat sebagai Bupati sebanyak dua kali. Sehingga tinggal dua kader Partai Golkar yang bisa maju dalam Pilkada, yakni ABS-HMS,” kata Markus.
Pernyataan tersebut, kata Markus, masih berada dalam konteks konsolidasi dan persiapan kader. Penentuan kandidat yang akan diusung tetap harus melalui mekanisme internal Partai Golkar dan keputusan resmi partai.
ABS: Kader Harus Siap Jika Mendapat Mandat
Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Malaka, Adrianus Bria Seran, SH, mengatakan setiap kader harus siap apabila suatu saat mendapatkan mandat partai untuk mengikuti kontestasi politik.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















