Maria mengatakan pelatihan tidak hanya ditujukan untuk layanan spesialistik. Sejumlah pegawai juga mengikuti pelatihan teknis dan manajerial sesuai kebutuhan masing-masing unit pelayanan.
“Kami berupaya agar pelatihan ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pelayanan, menjamin keselamatan pasien, serta mendukung terwujudnya RSUPP Betun sebagai rumah sakit perbatasan yang semakin berkualitas,” katanya.
Kepercayaan masyarakat meningkat
Investasi dalam pengembangan SDM diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kompetensi pegawai, tetapi juga berdampak langsung terhadap pengalaman masyarakat saat mendapatkan pelayanan kesehatan.
Tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi dan sertifikasi sesuai bidangnya diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih aman, cepat, dan sesuai standar.
Peningkatan pelayanan tersebut juga berjalan seiring dengan kinerja rumah sakit. Hingga akhir Juni 2026, RSUPP Betun mencatat pendapatan operasional sebesar Rp28,2 miliar.
Capaian itu menunjukkan bahwa penguatan SDM menjadi salah satu bagian dari upaya manajemen dalam meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit di wilayah perbatasan.
Di bawah kepemimpinan Direktur RSUPP Betun dr. Oktelin Kurniawati Kaswadie, FISQua, pengembangan SDM terus diarahkan untuk memperkuat posisi RSUPP Betun sebagai rumah sakit rujukan di Kabupaten Malaka.
Penguatan kompetensi tenaga kesehatan, pengembangan layanan spesialistik, serta penerapan keselamatan pasien menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional dan humanis bagi masyarakat Malaka dan daerah sekitarnya.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















