Sementara itu, di bagian selatan, pembangunan tanggul telah dilakukan dari Desa Haitimuk hingga Desa Oan Mane. Namun masih terdapat sejumlah titik yang belum tersentuh, terutama dari Desa Fafoe dan Desa Umatoos hingga Muara Abudenok.
Kepala Desa Oan Mane, Norbertus Nahak, mengatakan wilayahnya kini relatif aman dari banjir meski diguyur hujan deras. Ia menyebut tanggul yang telah dibangun mampu menahan debit air yang sebelumnya kerap meluap ke permukiman warga.
“Sekarang hanya terjadi genangan, tidak sampai banjir besar seperti dulu. Ini bukti tanggul sangat membantu,” jelasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun demikian, untuk perlindungan maksimal, ia menekankan perlunya pembangunan lanjutan sepanjang kurang lebih 5 kilometer guna menyambungkan tanggul dari Oan Mane ke Fafoe hingga Umatoos sampai ke Muara Abudenok.
Warga pun berharap Pemerintah Kabupaten Malaka dapat melanjutkan pembangunan tanggul secara menyeluruh di sepanjang Sungai Benenai. Dengan penyelesaian di titik-titik rawan tersebut, diharapkan ancaman banjir tahunan yang selama ini menghantui masyarakat dapat ditekan secara signifikan.
“Kami yakin pemerintah daerah akan melanjutkan program ini karena tanggul merupakan salah satu prioritas infrastruktur SBS–HMS,” ungkap Yoel Decosta Harianto Radja, warga Desa Forekmodok, Dusun Laen Au.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















