Gempa Susulan Masih Mengguncang, Nakes Malaka Tetap Layani Warga di Pesisir Ende

Avatar photo

- Reporter

Rabu, 26 Agustus 2026 - 19:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Andry Bria Editor : AB Dibaca 23 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laskarmalaka.com || Gempa susulan masih terjadi di wilayah pesisir utara Flores ketika dr. Tya dan sejumlah tenaga kesehatan asal Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, tetap berada di tengah warga terdampak bencana di Kabupaten Ende.

Di Desa Ropa, Kecamatan Maurole, dr. Tya bergabung dalam Tim Cadangan Kesehatan (TCK) di bawah naungan Kementerian Kesehatan RI. Ia menjadi salah satu dari tujuh tenaga kesehatan asal Malaka yang dikirim untuk membantu penanganan warga terdampak bencana.

Penugasan itu berlangsung dalam situasi yang tidak mudah. Wilayah tempat dr. Tya bertugas berada di pesisir pantai utara Flores dan masih menghadapi gempa susulan serta kewaspadaan terhadap potensi tsunami.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Di sini kami menjadi Tim Cadangan Kesehatan yang dinaungi oleh Kementerian Kesehatan RI,” kata dr. Tya saat dihubungi dari lokasi tugas, Rabu (26/8/2026).

READ  RSUPP Betun Perkuat Layanan Kesehatan dengan Teknologi Medis Modern

Menurut dia, hingga Rabu pagi, gempa susulan masih dirasakan di wilayah tersebut.

“Kami berada di pesisir Pantai Utara, sekitar satu jam dari Pulau Palue. Sampai pagi ini masih ada gempa susulan. Lokasi kami juga merupakan daerah yang harus tetap waspada terhadap potensi tsunami,” ujarnya.

Kondisi kebencanaan membuat pelayanan kesehatan di Kecamatan Maurole harus dilakukan dengan fasilitas terbatas.

Salah satu fasilitas kesehatan yang terdampak adalah puskesmas setempat. Bangunan puskesmas mengalami kerusakan berat sehingga pelayanan tidak dapat dilakukan seperti dalam kondisi normal.

“Puskesmas roboh sehingga pelayanan dialihkan ke tenda darurat,” kata dr. Tya.

Di tengah keterbatasan itu, tenaga kesehatan tetap bergerak mendatangi posko-posko pengungsian. Pelayanan dilakukan secara bergilir agar warga yang tersebar di sejumlah titik tetap memperoleh pemeriksaan dan pengobatan.

READ  RSUPP Betun Gelar Sayembara Logo untuk Membangun Identitas Visual Rumah Sakit

Pada Rabu (26/8/2026), tim kesehatan melayani sedikitnya 75 pasien. Sebanyak 72 pasien merupakan pasien umum, sedangkan tiga lainnya merupakan pasien kebidanan.

Keluhan yang paling banyak ditemukan meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), infeksi saluran pencernaan, pneumonia, dan penyakit kulit.

Kondisi pengungsian dan lingkungan yang belum sepenuhnya pulih menjadi salah satu faktor yang membuat kebutuhan pelayanan kesehatan tetap tinggi.

Persoalan yang dihadapi warga tidak hanya berkaitan dengan kesehatan. dr. Tya melihat masyarakat pesisir juga mulai menghadapi keterbatasan pangan. Sebagian warga selama ini menggantungkan kebutuhan sehari-hari dari hasil laut.

READ  Hindari Kendala Pelayanan, Direktur RSUPP Betun Minta Pasien BPJS Cek Jadwal Kontrol

Namun, aktivitas tersebut ikut terganggu setelah gempa.

“Biasanya masyarakat di sini makan dari hasil menjala ikan. Namun semenjak gempa, ikan tidak banyak yang terjala,” tuturnya.

Akses menuju sejumlah wilayah juga belum sepenuhnya normal. Beberapa titik jalan terdampak longsor dan material batu dari tebing yang runtuh menghambat perjalanan menuju permukiman warga.

Situasi tersebut membuat tim kesehatan harus menyesuaikan pelayanan dengan kondisi lapangan.

Mereka tidak hanya menunggu pasien datang, tetapi bergerak dari satu posko pengungsian ke posko lainnya untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Bagi dr. Tya, bertugas di tengah bencana berarti harus menjalankan dua hal sekaligus: memberikan pelayanan kepada warga dan tetap menjaga keselamatan diri serta tim.

Berita Terkait

Menuju Pelayanan Hemodialisis Perdana, RSUPP Betun Matangkan SDM, Ruang HD dan 10 Mesin Cuci Darah
RSUPP Betun Perketat Pengawasan Disiplin Tenaga Kesehatan, Pelayanan Pasien Jadi Prioritas
Kepuasan Masyarakat RSUPP Betun Capai 92,88 Persen, Waktu Tunggu Pasien Terus Dipantau
Pasien Dirujuk ke Luar Daerah Berkurang, RSUPP Betun Jadi Tumpuan Masyarakat Malaka
RSUPP Betun Kembangkan Cath Lab dan Fasilitas Kanker, Perkuat Layanan Kesehatan di Perbatasan
Kunjungan Pasien RSUPP Betun Tembus 20.951, Rujukan ke Luar Daerah Menurun
RSUPP Betun Matangkan Persiapan Hadapi Sistem Klaim BPJS Berbasis Satu Sehat pada 2027
Evaluasi Klaim BPJS, RSUPP Betun Benahi Rekam Medis dan Administrasi Pasien
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terbaru

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:44 WITA

DPRD Malaka Studi Banding di Gianyar Bali, Dalami Tata Kelola Budaya, BKPD, hingga Ketenagakerjaan

Kamis, 24 September 2026 - 15:17 WITA

Golkar Malaka Mulai Bicara Regenerasi Kepemimpinan, Nama ABS dan HMS Disebut untuk Pilkada 2030

Kamis, 24 September 2026 - 14:57 WITA

Jelang Perarakan Besar Ina Maria Nai Feto Malaka, Panitia dan 20 Paroki Gelar MCM Turnamen Sepak Bola

Senin, 14 September 2026 - 13:33 WITA

Yayasan Hyasintus Klau Uma Maktaen Maktihan Apresiasi Gerak Cepat Pemda Malaka dan Komitmen Tingkatkan Pelayanan MBG

Sabtu, 12 September 2026 - 18:00 WITA

Lahan Siap Ditanami Setelah Dibajak TR4 Pemkab Malaka, Petani Wekeke Apresiasi Program Olah Lahan Gratis SBS–HMS

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:35 WITA

Pacul Tanah Gratis Mulai Bergerak di Rinhat, Camat Minta Desa dan PPL Kawal Lahan Warga

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:28 WITA

Relawan PMI Malaka Distribusikan Bantuan kepada 43 KK Terdampak Bencana di Desa Nangaroro, Nagekeo

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:33 WITA

Tekan Kemiskinan di Wekeke, Pemdes Perluas Air Bersih hingga Delapan Dusun dan Dorong Rumah Layak Huni

Berita Terbaru