Di tanah Malaka, yang kaya akan sejarah perjuangan dan nilai-nilai kearifan lokal, kehadiran simbol seperti ini bukan sesuatu yang sepele. Ia seperti jembatan yang menghubungkan masa lalu dan masa kini menghidupkan kembali nilai kesederhanaan, kepercayaan, dan pengabdian yang mulai tergerus zaman.
Lebih dari itu, Rosario di leher SBS adalah pengingat bahwa rakyat tidak hanya membutuhkan pemimpin yang kuat, tetapi juga pemimpin yang tulus.
Pemimpin yang tidak kehilangan sisi kemanusiaannya di tengah kekuasaan. Pemimpin yang tetap menundukkan kepala, bahkan ketika banyak orang menaruh harapan di pundaknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pada akhirnya, mungkin bukan tentang Rosario itu sendiri. Tetapi tentang apa yang diwakilinya: iman yang hidup, kerendahan hati yang dijaga, dan komitmen untuk berjalan bersama rakyat, bukan di atas mereka.
Dan di situlah, kekuatan sejati seorang pemimpin menemukan maknanya.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















