Laskarmalaka.com ||Musim hujan yang disertai cuaca ekstrem kembali menjadi ancaman bagi para nelayan di Kampung Nelayan, Desa Kletek, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Tingginya gelombang di perairan selatan membuat para nelayan tradisional harus bertaruh nyawa demi mencari nafkah bagi keluarga mereka.
Keluhan itu disampaikan seorang nelayan setempat, Filmon Tahu Seran (34), saat ditemui wartawan di Kampung Nelayan, Kamis (21/5/2026).
Saat itu, Filmon bersama sejumlah rekannya baru saja kembali dari melaut. Mereka tampak sibuk membereskan hasil tangkapan ikan yang dibantu oleh istri dan anak-anak mereka di sekitar jembatan kayu sederhana tempat perahu-perahu nelayan bersandar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana kampung nelayan terlihat ramai. Anak-anak tampak ikut menyaksikan aktivitas para nelayan, bahkan sebagian membantu memindahkan ikan hasil tangkapan menggunakan ember dari atas kapal menuju jembatan kayu yang menyerupai pelabuhan kecil.
Hasil tangkapan hari itu terlihat cukup memuaskan. Sejumlah ikan seperti tongkol dan ekor kuning memenuhi wadah penampungan milik para nelayan.
Meski baru saja menghadapi ganasnya ombak laut selatan, raut wajah para nelayan tampak sumringah. Mereka bersyukur masih bisa membawa pulang hasil tangkapan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
“Saya sudah melaut sekitar 20 tahun lebih. Selama ini pakai kapal sendiri,” ujar Filmon sambil menunjuk kapal miliknya.
Menurut Filmon, pendapatan nelayan sangat bergantung pada kondisi laut dan jenis ikan yang diperoleh. Dalam sekali melaut, dirinya bersama rekan-rekannya bahkan bisa menghabiskan waktu hingga dua malam di laut.
“Kalau hasil paling banyak bisa sampai Rp5 juta sampai Rp6 juta. Tapi kalau lagi sedikit kadang cuma sekitar Rp500 ribu,” katanya.
Ia mengatakan, tantangan terbesar yang dihadapi nelayan saat ini adalah cuaca buruk dan tingginya gelombang laut selatan Malaka.
“Tantangan paling utama itu cuaca. Ombak di laut Malaka ini sangat tinggi dan keras,” ungkapnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















