Laskarmalaka.com || Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di wilayah kerja Puskesmas Biudukfoho, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, mulai diperluas hingga ke desa dan sekolah. Namun, di tengah peningkatan jumlah warga yang diperiksa, fasilitas kesehatan itu masih menghadapi tantangan dalam memastikan seluruh sasaran tercatat dalam sistem dan mendapatkan tindak lanjut.
Kepala Puskesmas Biudukfoho, Beatus Setrinus Nahak, S.Kep., Ns., mengatakan terdapat lebih dari 7.000 orang yang menjadi sasaran CKG di wilayah kerja puskesmas tersebut.
Hingga akhir Agustus 2026, lebih dari 1.000 masyarakat telah mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. Capaian itu belum termasuk pelajar yang kini menjadi sasaran pelayanan berbasis sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami terus mengejar input. Tenaga yang bertugas melakukan input setiap hari ada empat orang di puskesmas. Petugas yang turun ke desa juga melakukan input setelah kembali,” kata Beatus.
Menurut dia, peningkatan cakupan CKG berlangsung cukup cepat. Pada awal Juli 2026, capaian input masih berada di kisaran 4 persen. Hingga akhir Agustus, angka tersebut meningkat menjadi sekitar 18 persen.
Puskesmas Biudukfoho tidak hanya mengandalkan pelayanan di dalam gedung untuk mengejar target tersebut. CKG diintegrasikan dengan pelayanan puskesmas keliling yang secara rutin menjangkau desa-desa.
Dari sembilan desa yang masuk wilayah kerja Puskesmas Biudukfoho, pelayanan dilakukan secara bergilir. Puskesmas keliling dijadwalkan turun ke desa setiap dua minggu sehingga pemeriksaan dapat menjangkau masyarakat yang tinggal jauh dari fasilitas kesehatan.
Perluasan CKG juga menyasar anak sekolah, mulai dari jenjang SD, SMP hingga SMA.
Namun, pelaksanaan pemeriksaan terhadap pelajar menghadapi persoalan lain, yakni administrasi kependudukan. Puskesmas masih menemukan siswa yang NIK-nya belum terdaftar atau belum diperbarui dalam sistem kependudukan.
“Kendalanya pada CKG anak sekolah, ada NIK yang belum terdaftar di Dukcapil. Solusinya kami bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk membantu proses pembaruan data di Dukcapil,” ujar Beatus.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















