Laskarmalaka.com || Rumah Sakit Umum Penyangga Perbatasan (RSUPP) Betun, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalokasikan anggaran Rp935,877 juta untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) sepanjang semester pertama 2026.
Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai pelatihan 46 pegawai, baik tenaga medis maupun nonmedis, di sejumlah rumah sakit dan institusi kesehatan rujukan di Indonesia.
Kepala Seksi Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) serta Penyuluhan RSUPP Betun, Maria Oktaviana Suan, A.Md.Kep, mengatakan pengembangan kompetensi SDM dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan pelayanan rumah sakit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pada triwulan pertama, Januari sampai Maret 2026, sebanyak 11 pegawai mengikuti pelatihan dengan anggaran Rp349,093 juta. Kemudian pada triwulan kedua, April sampai Juni, jumlah peserta meningkat menjadi 35 orang dengan anggaran Rp586,784 juta,” ujar Maria, Senin (27/7/2026).
Menurut dia, peningkatan jumlah pegawai yang mengikuti pelatihan merupakan bagian dari strategi manajemen RSUPP Betun untuk membangun kapasitas SDM secara berkelanjutan.
Pelatihan juga diarahkan untuk mendukung pengembangan layanan spesialistik sekaligus memenuhi kebutuhan standar pelayanan dan akreditasi rumah sakit.
Perkuat layanan jantung dan hemodialisis
Sebagai rumah sakit yang berada di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste, RSUPP Betun memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan layanan yang dibutuhkan masyarakat.
Untuk mendukung pengembangan layanan jantung atau catheterization laboratory (Cathlab), tiga tenaga kesehatan dikirim mengikuti Pelatihan Keperawatan Kardiovaskular Tingkat Dasar di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta.
Sementara itu, untuk memperkuat layanan hemodialisis, tiga perawat mengikuti pelatihan di RS Saiful Anwar, Malang. Satu dokter umum juga mengikuti pendidikan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















