Laskarmalaka.com || Warga Desa Lakekun Barat, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi banjir yang terus berulang setiap musim hujan.
Banjir tidak hanya merendam permukiman warga di Desa Lakekun Barat dan Desa Lakekun, tetapi juga menggenangi lebih dari 400 hektare lahan sawah produktif yang saat ini memasuki masa produksi. Kondisi tersebut dinilai mengancam ketahanan pangan daerah.
Kepala Desa Lakekun Barat, Hendrik Seran, Minggu (22/2/2026), mengatakan persoalan banjir sebenarnya sudah disampaikan kepada pihak terkait sejak kejadian serupa pada 2025. Namun hingga kini, belum ada penanganan menyeluruh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sudah sampaikan sebelumnya, tetapi sampai sekarang belum ada solusi permanen. Padahal dampaknya sangat besar bagi petani,” ujarnya.
Menurut Hendrik, salah satu penyebab utama banjir adalah konstruksi jaringan Daerah Irigasi (DI) Malaka yang melintasi wilayah desa. Talang irigasi yang terpasang di bawah jembatan dinilai menghambat aliran air saat hujan deras sehingga memperparah genangan.
Ia meminta Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II selaku pemilik aset bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi NTT berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Malaka untuk menata ulang jaringan irigasi tersebut agar tidak menghambat jalur pembuangan air.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















