“Ini semata-mata untuk menjawab persoalan masyarakat perbatasan dan memastikan mereka hidup layak sebagai warga negara Indonesia,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, pertemuan berikutnya direncanakan akan digelar secara bergiliran di Kabupaten Belu dan TTU guna memperkuat komitmen bersama dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan perbatasan.
Sementara itu, Bupati Belu Willybrodus Lai atau akrab disapa Wily Lay menilai kolaborasi tiga daerah ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergitas pembangunan di kawasan perbatasan. Menurutnya, berbagai persoalan di wilayah perbatasan tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama antar daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berjuang sendiri-sendiri itu baik, tetapi tidak cukup kuat. Karena itu kita perlu berkolaborasi agar pembangunan di Belu, TTU, dan Malaka dapat berjalan bersama demi kesejahteraan masyarakat,” kata Wily Lai.
Ia menambahkan bahwa sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian bersama meliputi pembangunan infrastruktur, pengelolaan sampah, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui pasar yang berada di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).
Senada dengan itu, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran yang akrab disapa dengan nama sandi SBS ini menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan langkah awal bagi tiga kabupaten perbatasan untuk bersama-sama memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
“Pertemuan ini merupakan langkah awal bagi Malaka, Belu, dan TTU untuk duduk bersama memperjuangkan hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya peningkatan kualitas hidup rakyat Indonesia yang tinggal di wilayah perbatasan,” ujar SBS.
SBS menjelaskan bahwa kerja sama tahap awal akan difokuskan pada tiga sektor utama, yakni pengolahan sampah, peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan pasar di kawasan PLBN, serta pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan fasilitas pendukung lainnya
Kesepakatan tersebut rencananya akan ditindaklanjuti melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama antar daerah, serta pembentukan sekretariat bersama untuk mengatur program kegiatan secara terarah.
Lebih lanjut, SBS menegaskan bahwa wilayah Malaka, Belu, dan TTU merupakan kawasan strategis karena berada di garis depan Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.
Karena itu, SBS berharap kerja sama ini juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, para menteri, serta pemerintah provinsi dan para wakil rakyat.
“Ini semata-mata untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat di tiga kabupaten perbatasan serta memastikan mereka dapat hidup layak sebagai warga negara Indonesia,” tegas SBS.
Pertemuan lanjutan dari kerja sama tersebut direncanakan akan digelar secara bergiliran di Kabupaten Belu dan Kabupaten TTU untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan perbatasan.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















