Tiga Bupati Perbatasan Sepakat Perkuat Kolaborasi, Fokus Infrastruktur hingga Ekonomi Warga

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 12 Maret 2026 - 18:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Andry Bria Editor : AB Dibaca 5 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0;

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0;

“Ini semata-mata untuk menjawab persoalan masyarakat perbatasan dan memastikan mereka hidup layak sebagai warga negara Indonesia,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, pertemuan berikutnya direncanakan akan digelar secara bergiliran di Kabupaten Belu dan TTU guna memperkuat komitmen bersama dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan perbatasan.

Sementara itu, Bupati Belu Willybrodus Lai atau akrab disapa Wily Lay menilai kolaborasi tiga daerah ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergitas pembangunan di kawasan perbatasan. Menurutnya, berbagai persoalan di wilayah perbatasan tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama antar daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berjuang sendiri-sendiri itu baik, tetapi tidak cukup kuat. Karena itu kita perlu berkolaborasi agar pembangunan di Belu, TTU, dan Malaka dapat berjalan bersama demi kesejahteraan masyarakat,” kata Wily Lai.

READ  SBS-HMS Wujudkan Kesejahteraan Petani Botin Leobele Lewat Balik Tanah Gratis 

Ia menambahkan bahwa sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian bersama meliputi pembangunan infrastruktur, pengelolaan sampah, serta penguatan ekonomi masyarakat melalui pasar yang berada di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN).

Senada dengan itu, Bupati Malaka Stefanus Bria Seran yang akrab disapa dengan nama sandi SBS ini menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan langkah awal bagi tiga kabupaten perbatasan untuk bersama-sama memperjuangkan kebutuhan masyarakat.

“Pertemuan ini merupakan langkah awal bagi Malaka, Belu, dan TTU untuk duduk bersama memperjuangkan hal-hal yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya peningkatan kualitas hidup rakyat Indonesia yang tinggal di wilayah perbatasan,” ujar SBS.

READ  Penangan kasus Septic Tank Malaka TA 2021 Naik Tahap penyidikan

SBS menjelaskan bahwa kerja sama tahap awal akan difokuskan pada tiga sektor utama, yakni pengolahan sampah, peningkatan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan pasar di kawasan PLBN, serta pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan fasilitas pendukung lainnya

Kesepakatan tersebut rencananya akan ditindaklanjuti melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama antar daerah, serta pembentukan sekretariat bersama untuk mengatur program kegiatan secara terarah.

Lebih lanjut, SBS menegaskan bahwa wilayah Malaka, Belu, dan TTU merupakan kawasan strategis karena berada di garis depan Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.

READ  Pemkab Malaka Tingkatkan Produktivitas Pertanian Lewat Program Pacul Tanah Gratis

Karena itu, SBS berharap kerja sama ini juga mendapat dukungan dari pemerintah pusat, termasuk Presiden Prabowo Subianto, para menteri, serta pemerintah provinsi dan para wakil rakyat.

“Ini semata-mata untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat di tiga kabupaten perbatasan serta memastikan mereka dapat hidup layak sebagai warga negara Indonesia,” tegas SBS.

Pertemuan lanjutan dari kerja sama tersebut direncanakan akan digelar secara bergiliran di Kabupaten Belu dan Kabupaten TTU untuk memperkuat komitmen bersama dalam mendorong percepatan pembangunan kawasan perbatasan.**

Berita Terkait

Kades Bereliku: Keterlambatan Honor Bidan Desa Bukan Karena Penyalahgunaan Anggaran. Simak Penjelasannya!!!!
Ketua DPRD Malaka Bongkar Polemik Utang Sekwan: Dana 2022 Sudah Cair, Ke Mana?,Jangan Korbankan APBD Kabupaten Malaka
Pemda malaka Terima Opini WTP BPK, Pengelolaan Keuangan Daerah Dinilai Akuntabel di Era Kepemimpinan SBS-HMS
Pemkab Malaka Salurkan 500 Kg Beras untuk Korban Longsor di Desa Kereana
Dinsos Malaka Lakukan Pendataan Ulang Penduduk di 127 Desa,Tim Lapangan Harus Jelaskan Tujuan Pendataan Kepada Masyarakat
Wabup Malaka Tegas: Petugas Pintu Air Jangan Hanya Duduk di Pos, Air untuk Petani Harus Lancar
Diterjang Ombak Selatan, Nelayan Kletek di Malaka Bertaruh Nyawa Demi Nafkah
Wakil Bupati Malaka Puji Kiprah Jane Natalia Suryanto untuk Masyarakat Kecil
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terbaru

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 05:41 WITA

Kades Bereliku: Keterlambatan Honor Bidan Desa Bukan Karena Penyalahgunaan Anggaran. Simak Penjelasannya!!!!

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:35 WITA

Pemda malaka Terima Opini WTP BPK, Pengelolaan Keuangan Daerah Dinilai Akuntabel di Era Kepemimpinan SBS-HMS

Jumat, 22 Mei 2026 - 22:20 WITA

Pemkab Malaka Salurkan 500 Kg Beras untuk Korban Longsor di Desa Kereana

Jumat, 22 Mei 2026 - 02:30 WITA

Dinsos Malaka Lakukan Pendataan Ulang Penduduk di 127 Desa,Tim Lapangan Harus Jelaskan Tujuan Pendataan Kepada Masyarakat

Jumat, 22 Mei 2026 - 01:31 WITA

Wabup Malaka Tegas: Petugas Pintu Air Jangan Hanya Duduk di Pos, Air untuk Petani Harus Lancar

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:26 WITA

Diterjang Ombak Selatan, Nelayan Kletek di Malaka Bertaruh Nyawa Demi Nafkah

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:22 WITA

Wakil Bupati Malaka Puji Kiprah Jane Natalia Suryanto untuk Masyarakat Kecil

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:10 WITA

Pemkab Malaka Segera Bangun 1.704 Rumah Layak Huni, Wabup HMS: Prioritas untuk Warga Miskin

Berita Terbaru