Sister Puskesmas Jadi Titik Balik, Biudukfoho Benahi Layanan dari Ruang Tunggu hingga Desa

Avatar photo

- Reporter

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Andry Bria Editor : AB Dibaca 3 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

oplus_0

oplus_0

Puskesmas Biudukfoho mulai mengintegrasikan pelayanan keliling dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Pelayanan tersebut menyasar masyarakat di sembilan desa yang menjadi wilayah kerja puskesmas.

Tim kesehatan turun ke desa secara berkala, sekitar setiap dua minggu, dengan komposisi tenaga yang disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan.

Langkah tersebut terutama ditujukan bagi warga yang tinggal di wilayah dengan akses sulit menuju fasilitas kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pelayanan luar gedung kami dekatkan kepada masyarakat, terutama di wilayah yang aksesnya sulit. Jadi masyarakat tidak selalu harus datang ke puskesmas,” jelas Beatus.

READ  Bupati SBS Tekankan Seleksi JPT Pratama Harus Lahirkan Pemimpin Berkinerja Tinggi

Dengan pola tersebut, puskesmas tidak hanya menunggu pasien datang, tetapi juga mendekatkan pelayanan ke wilayah tempat masyarakat tinggal.

Puskesmas Biudukfoho juga mulai memperkuat sistem pencatatan dan pelaporan digital.

Pelayanan yang dilakukan di dalam maupun luar gedung dapat segera dimasukkan ke dalam sistem sehingga proses pelaporan tidak sepenuhnya bergantung pada pencatatan manual.

Untuk mendukung proses tersebut, pihak puskesmas mendatangkan tim teknologi informasi dari Betun guna mempelajari kebutuhan dan penguatan sistem digital.

Beatus mengatakan sistem yang dipelajari dari Program Sister Puskesmas mulai diterapkan sekitar satu bulan setelah dirinya kembali dari Gunungkidul.

READ  Gedung Balai Pertemuan PSHT Diduga Mangkrak, Begini Penjelasan Jemy Koe

“Satu bulan setelah pulang dari program Sister Puskesmas, kami sudah mulai menjalankan sistem yang kami pelajari. Tentu tidak sama persis karena kami sesuaikan dengan kondisi di sini,” ujarnya.

Saat ini, Beatus menyebut penerapan ILP di Puskesmas Biudukfoho telah mencapai sekitar 90 persen, mencakup pelayanan dalam gedung maupun luar gedung.

Program Sister Puskesmas menunjukkan bahwa pertukaran pengalaman antardaerah dapat diterjemahkan menjadi perubahan di tingkat layanan paling dekat dengan masyarakat.

READ  RS Pratama Malaka Tidak Ada Pelayanan Setelah Satu Tahun di Resmikan. Ada Apa!!

Namun, capaian tersebut masih membutuhkan konsistensi. Sistem klaster, pelayanan luar gedung, digitalisasi pencatatan hingga koordinasi tenaga kesehatan harus terus dijalankan agar perubahan tidak berhenti setelah program pembelajaran selesai.

Bagi Puskesmas Biudukfoho, tantangan berikutnya bukan lagi memulai ILP, melainkan memastikan sistem yang telah dibangun benar-benar menjadi pola kerja sehari-hari.

Sebab, keberhasilan program pada akhirnya tidak hanya diukur dari seberapa banyak prosedur baru diterapkan, tetapi dari apakah masyarakat merasakan pelayanan yang lebih teratur, lebih dekat dan lebih mudah diakses.**

Berita Terkait

Menuju Pelayanan Hemodialisis Perdana, RSUPP Betun Matangkan SDM, Ruang HD dan 10 Mesin Cuci Darah
RSUPP Betun Perketat Pengawasan Disiplin Tenaga Kesehatan, Pelayanan Pasien Jadi Prioritas
Kepuasan Masyarakat RSUPP Betun Capai 92,88 Persen, Waktu Tunggu Pasien Terus Dipantau
Pasien Dirujuk ke Luar Daerah Berkurang, RSUPP Betun Jadi Tumpuan Masyarakat Malaka
RSUPP Betun Kembangkan Cath Lab dan Fasilitas Kanker, Perkuat Layanan Kesehatan di Perbatasan
Kunjungan Pasien RSUPP Betun Tembus 20.951, Rujukan ke Luar Daerah Menurun
RSUPP Betun Matangkan Persiapan Hadapi Sistem Klaim BPJS Berbasis Satu Sehat pada 2027
Evaluasi Klaim BPJS, RSUPP Betun Benahi Rekam Medis dan Administrasi Pasien
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terbaru

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:44 WITA

DPRD Malaka Studi Banding di Gianyar Bali, Dalami Tata Kelola Budaya, BKPD, hingga Ketenagakerjaan

Kamis, 24 September 2026 - 15:17 WITA

Golkar Malaka Mulai Bicara Regenerasi Kepemimpinan, Nama ABS dan HMS Disebut untuk Pilkada 2030

Kamis, 24 September 2026 - 14:57 WITA

Jelang Perarakan Besar Ina Maria Nai Feto Malaka, Panitia dan 20 Paroki Gelar MCM Turnamen Sepak Bola

Senin, 14 September 2026 - 13:33 WITA

Yayasan Hyasintus Klau Uma Maktaen Maktihan Apresiasi Gerak Cepat Pemda Malaka dan Komitmen Tingkatkan Pelayanan MBG

Sabtu, 12 September 2026 - 18:00 WITA

Lahan Siap Ditanami Setelah Dibajak TR4 Pemkab Malaka, Petani Wekeke Apresiasi Program Olah Lahan Gratis SBS–HMS

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:35 WITA

Pacul Tanah Gratis Mulai Bergerak di Rinhat, Camat Minta Desa dan PPL Kawal Lahan Warga

Minggu, 30 Agustus 2026 - 14:28 WITA

Relawan PMI Malaka Distribusikan Bantuan kepada 43 KK Terdampak Bencana di Desa Nangaroro, Nagekeo

Minggu, 30 Agustus 2026 - 12:33 WITA

Tekan Kemiskinan di Wekeke, Pemdes Perluas Air Bersih hingga Delapan Dusun dan Dorong Rumah Layak Huni

Berita Terbaru