Selain aspek medis, dr. Stefanus Bria Seran hadir sebagai keynote speaker utama. Sebagai pakar kesehatan masyarakat dengan gelar Master of Public Health (MPH), ia membawakan materi bertajuk Style and Performance of Human Health Resources in Malaka atau “Gaya dan Kinerja Sumber Daya Manusia Kesehatan di Malaka”.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Malaka turut memberikan materi terkait standar pelayanan publik, sedangkan Kepala Dinas Kesehatan memaparkan optimalisasi sistem rujukan dari Puskesmas ke rumah sakit.
Kegiatan ini juga memberikan manfaat penting bagi pengembangan karier tenaga kesehatan. Melalui simposium tersebut, bidan, perawat, maupun dokter memperoleh Satuan Kredit Profesi (SKP) yang dibutuhkan untuk perpanjangan Surat Tanda Registrasi (STR).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami sudah memastikan kegiatan ini terhubung dengan platform Pelataran Sehat Kementerian Kesehatan. Jadi, seluruh kredit profesi yang didapat peserta diakui secara nasional melalui akun Satu Sehat,” tambah dr. Oktelin.
Melalui kegiatan rutin yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Malaka tersebut, RSUPP Betun berharap kualitas layanan kesehatan di daerah perbatasan semakin profesional dan berkualitas. Pengembangan tenaga kesehatan difokuskan pada empat pilar utama, yakni knowledge (pengetahuan), skill (keterampilan), attitude (sikap), dan performance (kinerja), dengan penekanan khusus pada etika pelayanan kepada masyarakat.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















