Berbagai unsur hadir dalam kegiatan itu, mulai dari Pastor dan Pendeta, CD Bethesda, komunitas lokal, hingga Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) kepolisian. Sejumlah pejabat daerah juga terlibat, antara lain Asisten Setda II Agustinus Nahak, perwakilan Bapperida, Dinas KB, TP PKK Malaka, Diskominfo, dan Dinas Kesehatan.
Kolaborasi lintas sektor ini menegaskan bahwa isu perlindungan perempuan dan anak tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja. Pemerintah daerah berharap partisipasi aktif masyarakat dapat memperkuat sistem perlindungan sekaligus memperluas edukasi layanan kesehatan, termasuk pencegahan HIV.
Usai kegiatan utama, peserta menggelar long march mengelilingi pusat kota Betun sambil membawa spanduk bertuliskan “Stop Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak”. Aksi tersebut menjadi seruan moral untuk memperkuat kesadaran publik dalam menciptakan ruang hidup yang aman dan bebas dari kekerasan.**
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















