Dinkes Malaka Gelar Verifikasi MPDN dan Audit Maternal Perinatal: Upaya Tekan Kematian Ibu dan Bayi

Avatar photo

- Reporter

Kamis, 20 November 2025 - 21:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Andry Bria Editor : AB Dibaca 82 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laskarmalaka.com || Pemerintah Kabupaten Malaka dibawah kepemimpinan Bupati Malaka, dr.Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan Verifikasi dan Analisis Data Maternal Perinatal Death Notification (MPDN) serta Audit Maternal Perinatal (AMP) pada Kamis,(20/11/2025). Kegiatan tersebut melibatkan Kepala Puskemas Puskesmas,Rumah Sakit, dan berbagai organisasi kesehatan sebagai bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, Frida Fahik menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa kematian ibu dan neonatal bukan sekadar angka statistik, tetapi tragedi yang seharusnya menjadi pembelajaran untuk memperbaiki sistem layanan kesehatan.

READ  Dugaan Pembungkaman Jurnalis di Belu, Wartawan Timorline.com Dipanggil Polisi Gara-Gara Kartu Pers

Dalam paparannya, disampaikan perkembangan data kematian ibu dan neonatal selama lima tahun terakhir:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kematian Ibu:

2021: 5 kasus

2022: 5 kasus

2023: 4 kasus

2024: 5 kasus

s.d. Oktober 2025: 3 kasus

Kematian Neonatal:

2021: 15 kasus

2022: 22 kasus

2023: 23 kasus

2024: 19 kasus

s.d. Oktober 2025: 22 kasus

Dalam pertemuan ini juga disoroti bahwa mayoritas kematian ibu dan neonatal berkaitan dengan “three delays” atau tiga keterlambatan, yaitu:

1. Keterlambatan mengenali tanda bahaya dan mengambil keputusan.

2. Keterlambatan mencapai fasilitas kesehatan.

3. Keterlambatan memperoleh pelayanan yang tepat dan cepat di fasilitas kesehatan.

READ  Tim SAR Gabungan Resmi Hentikan Operasi Pencarian Korban Tenggelam di Pantai Abudenok

Kondisi ini mengindikasikan perlunya pembenahan menyeluruh, baik dari sisi edukasi masyarakat, sistem rujukan, maupun kualitas pelayanan kesehatan.

Kegiatan verifikasi dan audit ini bertujuan memastikan akurasi data kematian, kesesuaian dengan rekam medis, serta menilai apakah kematian tersebut sebenarnya dapat dicegah. Melalui audit yang komprehensif, diharapkan diperoleh rekomendasi yang dapat langsung diterapkan di lapangan.

Beberapa poin penting yang ditekankan kepada seluruh fasilitas kesehatan meliputi:

1.Pelaporan kematian ibu dan bayi dalam 1 x 24 jam.

2.Verifikasi data yang ketat oleh tim, termasuk kesesuaian dengan rekam medis dan hasil AMP.

READ  Lulus 100 Persen, SMA Negeri Harekakae Serahkan Amplop Kelulusan kepada 347 Siswa Kelas XII

3.Analisis objektif dan berbasis data.

4.Penguatan koordinasi antara Puskesmas dan rumah sakit, terutama untuk kasus rujukan dan komplikasi.

5.Pelibatan lintas sektor untuk menghasilkan rekomendasi yang aplikatif.

6.Pemanfaatan hasil verifikasi dan audit sebagai dasar perbaikan layanan, bukan hanya pemenuhan administrasi.

Menutup kegiatan, Kepala Dinas Kesehatan menegaskan bahwa seluruh upaya ini bertujuan menekan angka kematian ibu dan bayi di Malaka. Ia berharap pada tahun mendatang tidak ada lagi kasus kematian maternal maupun neonatal.

“Kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi komitmen moral dan profesional kita untuk mencegah kematian yang seharusnya dapat dicegah,” tegasnya.**

Berita Terkait

RSUPP Betun Direncanakan Bangun Lima Gedung Baru Senilai Rp7,4 Miliar Melalui DAK Tahun 2026, Gedung Apa Saja?  Baca Disini !!!!!!!
Hindari Kendala Pelayanan, Direktur RSUPP Betun Minta Pasien BPJS Cek Jadwal Kontrol
RSUPP Betun Tingkatkan Kualitas Layanan, 300 Nakes Ikuti Pelatihan Service Excellent
Honor Bidan Desa Bereliku Diduga Mengendap Setahun, PMD dan Inspektorat Diminta Audit Kepala Desa
Bakti Sosial di Motamasin, Tim Dokter Gigi Malaka Periksa Kesehatan Gigi Anak-Anak Perbatasan
Dokter Spesialis Minta Agar Pasien Diabetes Segera Ke Rumah Sakit Sebelum Mengalami Komplikasi 
RSUPP Betun Perketat Standar Higienitas Pengolahan Makanan, Utamakan Gizi Untuk Pemulihan Pasien
Bupati Malaka Ancam Copot Kepala Puskesmas yang Abaikan Kebersihan
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terbaru

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 21:22 WITA

SSB PS Malaka Diprediksi Jadi Penguasa Baru Sepak Bola NTT, Pengakuan Muncul di berbagai group Facebook Sepakbola NTT

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:28 WITA

Sejarah Tercipta! PS Malaka U-17 Akhirnya Kalahkan PSN Ngada 1-0 di Soeratin Cup NTT 

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:34 WITA

SSB PS Malaka dan Komitmen Meraih Gelar Perdana Soeratin Cup U-17 NTT 2026 di Sikka

Selasa, 7 Juli 2026 - 10:27 WITA

PS Malaka U-12 Tampil Lebih Kompetitif pada Laga Terakhir Fase Grup A, Meski Kalah 0-1 Atas Mifa Coaching FC Jawa Timur 

Senin, 6 Juli 2026 - 11:18 WITA

PS Malaka U-12 Gabung Grup A Piala Presiden U-12 Seri Nasional, Siap Hadapi Asiop FC, Dewa United, dan MIFA Coaching FC

Minggu, 5 Juli 2026 - 11:38 WITA

PS Malaka U-12 Curi Perhatian di Bandara Ngurah Rai Bali, Turis Mancanegara Antusias Foto Bersama

Minggu, 5 Juli 2026 - 11:01 WITA

Rombongan Tim PS Malaka U-12 Berangkat ke Yogyakarta, Wakili NTT di Piala Presiden U-12 Seri Nasional

Sabtu, 4 Juli 2026 - 22:21 WITA

Ketua PSSI Malaka Lepas SSB PS Malaka ke Yogyakarta, Optimis Ukir Prestasi di Piala Presiden U-12 seri Nasional

Berita Terbaru