Pekerjaan tersebut akan dilakukan sepanjang 700 meter, sebagai langkah antisipasi terhadap kerusakan yang lebih parah akibat gerusan sungai yang mengancam permukiman warga.
Menurut SBS, kondisi di Oekmurak tergolong lebih berat dibandingkan wilayah lainnya.
“Di Oekmurak itu kondisinya lebih berat karena mereka kehilangan kampung. Kalau di sini hanya banjir, tetapi di Oekmurak kampung mereka hilang karena terus tergerus,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan, pekerjaan bronjong akan dimulai tahun ini dengan total panjang 700 meter, terdiri dari 200 meter di bagian hulu dan 500 meter di bagian hilir.
Pemerintah daerah berharap, pembangunan tanggul dan bronjong tersebut dapat mengurangi risiko bencana banjir serta melindungi permukiman dan lahan pertanian masyarakat di sepanjang bantaran sungai di Kabupaten Malaka.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















