Laskarmalaka.com || Pemerintah Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, memperkuat upaya peningkatan layanan kesehatan masyarakat melalui pengiriman tenaga kesehatan Puskesmas untuk belajar penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut nota kesepahaman yang ditandatangani kedua daerah pada 2 September 2025.
Sebanyak tenaga kesehatan dari 20 Puskesmas dikirim dalam dua kelompok, masing-masing pada 20–24 Oktober 2025 dan 27–29 Oktober 2025. Setiap Puskesmas mengirim tiga tenaga kesehatan untuk mengikuti kegiatan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) di Dinas Kesehatan dan sejumlah Puskesmas di wilayah Gunungkidul.
Kepala Dinas Kesehatan Malaka, drg. Frida Fahik, mengatakan, kegiatan ini difokuskan pada praktik baik penerapan ILP yang selama ini menjadi salah satu kekuatan layanan primer di Gunungkidul. “Kami mempelajari sistem pelayanan dan manajemen kesehatan yang sudah maju. Harapannya, hasil pembelajaran dapat kami terapkan sesuai kebutuhan dan karakteristik Malaka,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan pendampingan ini melibatkan Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) Fakultas Kedokteran UGM sebagai konsultan, dipimpin langsung oleh Prof. Laksono Trismantoro.
Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH, menyatakan program ini menjadi bagian dari agenda prioritas SBS–HMS 2025–2030 yang berfokus pada pembangunan sumber daya manusia dan penguatan layanan dasar, termasuk kesehatan.
“Kami ingin memastikan setiap warga Malaka, termasuk yang tinggal di perbatasan, mendapatkan layanan kesehatan cepat dan berkualitas. Gunungkidul menjadi contoh baik dalam penguatan layanan primer dan penurunan stunting,” kata Stefanus.
Menurut dia, praktik baik yang dipelajari tidak hanya direplikasi, tetapi juga dimodifikasi untuk menjawab tantangan lokal di Malaka.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















