“Setiap hari kami bisa kumpulkan telur untuk dijual. Hasilnya memang belum besar, tetapi sangat membantu kebutuhan keluarga dan menjadi penyemangat bagi anggota kelompok,” ujar Andreas.
Setiap pagi, aktivitas di kandang ayam milik kelompok dimulai dengan rutinitas sederhana namun penuh makna. Para anggota membersihkan kandang, memberi makan ternak, lalu mengumpulkan telur satu per satu sebelum dipasarkan kepada masyarakat.
Di balik kandang sederhana itu tersimpan cerita tentang masyarakat kecil yang memilih bangkit melalui kerja keras. Program pemberdayaan dari Dinas Sosial Kabupaten Malaka pun dinilai bukan sekadar bantuan usaha semata, melainkan jalan untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kelompok Bagaya Umanen Lawalu kini menjadi contoh bahwa perubahan tidak selalu lahir dari sesuatu yang besar. Kadang-kadang, harapan justru tumbuh dari kandang sederhana di desa, dari telur-telur yang dikumpulkan setiap pagi dengan penuh semangat dan keyakinan akan kehidupan yang lebih baik.
Dari Desa Umanen Lawalu, harapan itu terus menetas setiap hari.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















