Hendrik menjelaskan, luapan Kali Serin diperparah oleh keberadaan talang saluran irigasi DI Malaka yang menghambat aliran air keluar dari bawah jembatan. Akibatnya, air tertahan dan meluap hingga menggenangi rumah warga serta merusak tanaman jagung di wilayah Kada, khususnya di Dunene yang merupakan lahan kering pertanian jagung.
“Air tertahan di bawah jembatan karena talang irigasi DI Malaka menghalangi jalur keluar. Akibatnya terjadi genangan di perumahan masyarakat dan merusak tanaman jagung serta tanaman lainnya,” jelasnya.
Sementara itu, luapan Kali Loo terjadi akibat sedimentasi yang menyebabkan pendangkalan sungai sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras. Kondisi ini membuat air melimpah ke permukiman warga di tiga dusun terdampak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Harapan Normalisasi Sungai
Pemerintah Desa Lakekun Barat meminta pemerintah daerah segera melakukan normalisasi Kali Loo dan Kali Serin guna mencegah banjir berulang. Selain itu, perbaikan infrastruktur jalan usaha tani yang rusak juga menjadi kebutuhan mendesak.
“Kami berharap ada langkah cepat berupa normalisasi sungai dan penanganan saluran irigasi agar kejadian serupa tidak terus berulang dan merugikan petani,” tegas Hendrik.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih melakukan pembersihan di sekitar rumah dan lahan pertanian sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















