Laskarmalaka.com || Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Malaka masih menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Tingginya angka kasus mendorong Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) menyiapkan langkah pencegahan melalui sosialisasi hingga ke tingkat desa dan sekolah.
Pelaksana Harian Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Malaka, Andreas Seran, mengatakan pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak menjadi salah satu fokus utama program kerja tahun 2026.
“Sepanjang 2025 tercatat 56 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang penanganannya masih berlanjut hingga 2026. Sementara di awal tahun ini sudah muncul lagi dua kasus baru,” kata Andreas kepada wartawan, Rabu (4/2/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Andreas, kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius seluruh pihak karena menyangkut keselamatan dan masa depan perempuan serta anak-anak di Kabupaten Malaka.
Karena itu, pihaknya akan melaporkan situasi tersebut kepada Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, guna memperoleh dukungan dan rekomendasi untuk memperkuat program sosialisasi pencegahan kekerasan di seluruh wilayah.
Ia menjelaskan, program sosialisasi nantinya dilakukan dengan melibatkan para kepala desa agar edukasi dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat paling bawah.
“Kami tidak ingin kasus seperti ini terus berulang. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















