Laskarmalaka.com || Di tengah agenda kunjungan kerja Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia di Kupang, sebuah suara dari wilayah perbatasan menggema lantang. Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu, tidak sekadar hadir dalam seremoni, tetapi membawa kegelisahan yang telah lama hidup di ruang-ruang kelas: nasib guru honorer dan ketimpangan tenaga pendidik di Kabupaten Malaka.
Dengan nada tegas namun penuh harap, HMS menyampaikan langsung aspirasi masyarakat kepada Menteri Pendidikan, Abdul Mu’ti. Baginya, pendidikan bukan sekadar program, melainkan wajah masa depan yang sedang dipertaruhkan.
“Guru honorer di Malaka masih menghadapi tantangan kesejahteraan yang serius. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang bekerja dalam keterbatasan. Kami berharap ada perhatian khusus dari pemerintah pusat, terutama terkait peluang pengangkatan menjadi PPPK,” ujar HMS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Di Kabupaten Malaka, guru honorer menjadi tulang punggung pendidikan, khususnya di wilayah terpencil. Mereka mengabdi dengan honor yang jauh dari layak, namun tetap setia menyalakan pelita ilmu di tengah keterbatasan fasilitas. HMS menegaskan, peningkatan kesejahteraan bukan hanya soal angka dalam slip gaji, tetapi juga bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian.
Ia pun mendorong pemerintah pusat membuka lebih banyak formasi PPPK agar para guru honorer memiliki kepastian masa depan. “Ini bukan hanya soal status, tetapi tentang keadilan bagi mereka yang telah lama mengabdi,” tegasnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















