Menurut SBS, keberadaan tanggul penahan banjir merupakan langkah strategis dalam melindungi masyarakat di wilayah rawan bencana. Ia menilai, desa-desa di sepanjang aliran sungai selama ini menjadi titik paling rentan saat intensitas hujan meningkat.
Karena itu, ia meminta Dinas PUPR tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan kualitas konstruksi agar tanggul dapat bertahan dalam jangka panjang.
Pemerintah Kabupaten Malaka, lanjutnya, berkomitmen melanjutkan pembangunan infrastruktur pengendali banjir secara bertahap. Upaya ini diharapkan mampu meminimalisir risiko banjir yang selama ini menghantui warga, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat di wilayah terdampak.
Dengan percepatan lanjutan pembangunan tanggul tersebut, harapan besar disematkan agar kawasan Malaka Barat tidak lagi menjadi langganan banjir setiap musim hujan tiba.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















