Laurens menambahkan, pelaksanaan program ini melibatkan unit traktor dan peralatan pertanian milik pemerintah daerah, dengan dukungan operator yang ditugaskan di setiap kecamatan. Pemerintah juga menjadwalkan pengolahan secara bergilir agar seluruh desa bisa terlayani tepat waktu.
“Kami menargetkan seluruh lahan yang sudah terdaftar dapat selesai diolah pada awal Desember. Dengan begitu, petani dapat menanam lebih cepat, memanfaatkan curah hujan pertama, dan meningkatkan peluang hasil panen yang optimal,” katanya.
Selain membantu petani, program ini juga diharapkan mampu mendorong ketahanan pangan daerah dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Malaka. Pemerintah Kabupaten Malaka berkomitmen untuk menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung pembangunan ekonomi daerah, dengan memberikan dukungan tidak hanya pada pengolahan lahan, tetapi juga pada penyediaan benih unggul, pupuk, serta pendampingan teknis di lapangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami ingin memastikan bahwa tidak ada petani yang tertinggal. Pemerintah hadir bukan hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga membangun sistem pertanian yang berkelanjutan dan efisien,” pungkasnya.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















