Laskarmalaka.com || Pemerintah desa di Kecamatan Weliman mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pada Musim Tanam I (MT I) dengan mengalihkan komoditas dari jagung ke padi lahan kering. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap tingginya curah hujan yang selama ini kerap menyebabkan kegagalan panen jagung akibat genangan air.
Kepala Desa Haliklaran, Nus Klau, menjelaskan bahwa sejumlah wilayah seperti Dusun Umaleo, Laen Kulu, dan Haliklaran memiliki potensi besar untuk pengembangan padi lahan kering karena ketersediaan air yang melimpah pada MT I.
“Selama ini petani menanam jagung, tetapi banyak yang gagal panen karena tanaman tergenang air. Sekarang kita arahkan untuk menanam padi lahan kering, dan hasilnya sudah terbukti bisa mencapai 40 hingga 50 karung,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari strategi adaptasi terhadap perubahan kondisi iklim yang ditandai dengan kelebihan air pada musim tanam pertama. Pemerintah desa bersama penyuluh pertanian lapangan (PPL) terus melakukan pendampingan teknis guna memastikan petani mampu menyesuaikan pola tanam secara efektif.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















