Di sisi lain, jumlah kasus rujukan ke fasilitas kesehatan di luar Kabupaten Malaka mengalami perubahan dari tahun ke tahun. RSUPP Betun mencatat 200 kasus rujukan pada 2024, meningkat menjadi 326 kasus pada 2025, kemudian turun menjadi 96 kasus hingga 31 Juli 2026.
Menurut dr. Oktelin, perkembangan tersebut menjadi salah satu gambaran kapasitas pelayanan rumah sakit. Namun, penurunan rujukan tidak dapat dijadikan satu-satunya indikator untuk menilai tingkat aktivitas pelayanan maupun kemampuan rumah sakit dalam menangani pasien.
Ia menjelaskan, berdasarkan perhitungan internal rumah sakit, jumlah pasien yang dirujuk ke luar daerah sepanjang 2026 diperkirakan lebih rendah sekitar 41,1 persen dibandingkan dengan 2025 apabila tren tersebut berlanjut sesuai proyeksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, tingginya kebutuhan pelayanan kesehatan tetap menjadi tantangan bagi RSUPP Betun. Rumah sakit harus memastikan kesiapan tenaga medis, fasilitas, peralatan, obat-obatan, serta mutu pelayanan agar kebutuhan pasien dapat ditangani secara optimal.
Ke depan, RSUPP Betun diharapkan terus memperkuat kapasitas pelayanan dan kemampuan penanganan berbagai kasus penyakit. Dengan demikian, pasien yang masih dapat ditangani di Kabupaten Malaka bisa memperoleh pelayanan tanpa harus dirujuk ke fasilitas kesehatan di luar daerah.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















