“Sebagai tuan rumah ETMC 2027, kita tidak hanya bicara soal infrastruktur, tetapi juga kesiapan teknis, termasuk wasit. Kalau VAR digunakan, maka wasit kita harus sudah siap dan punya lisensi,” tegasnya.
Ia mengakui, upaya menghadirkan wasit bersertifikasi VAR bukan tanpa tantangan. Keterbatasan anggaran, akses pelatihan, hingga kesiapan teknis menjadi sejumlah kendala. Meski demikian, Adrianus tetap optimistis seluruh hambatan dapat diatasi melalui kerja sama berbagai pihak.
“Kita optimis. Setiap inovasi pasti ada tantangan, tapi kalau kita punya niat kuat dan didukung semua pihak, hasilnya akan baik untuk kemajuan sepak bola kita,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga menyampaikan bahwa gagasan pengiriman wasit mengikuti kursus VAR mendapat respons positif dari pemerintah daerah. Dukungan tersebut dinilai penting karena pengembangan olahraga membutuhkan sinergi antara asosiasi dan pemerintah.
Menurutnya, investasi pada peningkatan kualitas wasit bukan hanya untuk kebutuhan jangka pendek, tetapi juga sebagai fondasi jangka panjang dalam membangun ekosistem sepak bola yang profesional di Kabupaten Malaka.
“Ini bukan hanya soal hari ini, tapi masa depan sepak bola Kabupaten Malaka,” tandas Adrianus.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















