Laskarmalaka.com || Sepakbola memang kerap menjadi sorotan dengan representasinya yang amat sensitif. Hanya butuh satu percikan api untuk memantik atmosfer yang terlanjur panas. Cukup satu dorongan saja, maka kemeriahan yang sedang semarak seketika berubah menjadi kemarahan yang tidak tertolong dengan daya picu yang paling eksplosif. “Sapa mo kenapa siapa”? Kira-kira begitu gaya orang NTT jika sedang dalam emosi jiwa. Yaa, itu amarah suporter dengan kondisi psikososial yang terbengkalai, apalagi ini soal fanatisme suporter.
Sampai titik ini sepakbola dalam konteks aduh taktik berubah menjadi adu jotos. Ia dipaksa keluar dari habitatnya sebagai sebuah permainan dengan jargon khasnya, “fairplay”. Sepakbola tanpa kekacauan itu bukan permainan, sepakbola baru akan selesai jika sudah ada baku-pukul. Itu gambaran kompleks yang coba disentil komika Abdur Arsyad dalam salah satu materi stand up yang Ia bawakan.
Tidak salah salah lagi, gambaran rusuh nan ricuh itu memang benar terjadi di persepakbolaan NTT, sangat dramatis dan penuh teatrikal. Apakah itu sebuah mode konflik yang sudah menjadi penyakit buatan orang NTT?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertandingan Liga 4 Indonesia dalam gelaran ETMC 2025 antara PS Malaka kontra Persap Alor dinodai oleh aksi pemukulan dan pengeroyokan terhadap perangkat pertandingan. Wasit Marko Fan Diaz dan asistennya hampir saja dibungkus secara gerilya. Lucunya lagi ada pemain Persap Alor yang juga ikut terlibat dalam insiden pemukulan itu.
Kerusuhan Jumat malam yang terjadi dalam laga PS Malaka versus Persap Alor di Stadion Oepoi Kupang menjadi noktah hitam dalam riwayat sepakbola NTT. Ini bukan kali pertama jenis kerusuhan seperti ini terjadi. Beberapa edisi ETMC pada musim-musim yang sudah terlewati juga terjadi kerusuhan dengan model yang sama persis. Memang sulit dibendung. Sepakbola kita hari-hari ini harusnya diapresiasi dengan dukungan yang konstruktif karena pemain-pemain kita sudah mulai dilirik tim-tim papan atas Liga 1, bukannya malah merusak laju perkembangan dengan tindakan yang tidak terpuji.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















