Laskarmalaka.com || Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malaka mencatat adanya penurunan kasus kematian ibu hamil dan anak dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan audit kasus kematian Maternal dan Perinatal tahun 2025, tercatat tiga kasus kematian ibu hamil ditahun 2025 terhitung sampai Oktober. Dua di antaranya terjadi di wilayah Malaka akibat penolakan pasien atas tindakan dokter spesialis, sementara dua lainnya terjadi di Atambua dan 22 kasus kematian anak.
Data Dinkes menunjukkan tren penurunan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Pada 2024 tercatat 5 kasus kematian ibu hamil dan 19 anak, lebih rendah dibandingkan tahun 2022 yang mencapai lima kasus kematian ibu hamil dan 22 kasus kematian anak.
Penurunan kematian ibu hamil ini bukan sekadar data semata, tetapi menunjukkan bahwa Kabupaten Malaka kini telah memiliki lebih banyak dokter spesialis kandungan, baik di RSUPP maupun di puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Malaka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perlu diketahui, sesuai data yang dihimpun tim media ini, Kasus kematian pada tahun 2022 sempat menjadi sorotan publik karena salah satu pasien meninggal diduga akibat kelalaian tenaga medis. Dokter yang bersangkutan, diduga merupakan anak mantan Bupati Malaka, yang tidak merespon panggilan untuk menangani pasien, sehingga pasien meninggal dunia. Sebagai tindak lanjut, dokter tersebut dipindahkan ke Puskesmas Bani-Bani.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















