Namun sepak bola tidak pernah berhenti di satu nama. Sejarah tidak dibangun untuk disembah, tetapi untuk dilanjutkan. Di titik inilah Marlo Klau berdiri bukan untuk menggantikan Yoko Jehaman hari ini, tetapi untuk menyiapkan masa depan PS Malaka.
Mungkin belum sekarang. Marlo masih butuh waktu, jam terbang, dan proses panjang. Tetapi tujuh hingga delapan tahun ke depan, dengan pembinaan yang konsisten melalui SSB PS Malaka yang dibangun oleh Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu serta manajemen yang berani mempercayai darah muda, harapan besar pecinta sepak bola Kabupaten Malaka perlahan disematkan di pundaknya. Harapan agar suatu hari nanti, ketika PS Malaka kembali bertarung di kerasnya kompetisi regional NTT, nama Marlo Klau berdiri di garis depan, siap membawa timnya terbang lebih tinggi.
Bagaimanapun juga, regenerasi di tubuh PS Malaka adalah keniscayaan. Bukan untuk melupakan para legenda, melainkan untuk menjaga nyala api agar tidak pernah padam. Yoko Jehaman adalah masa lalu yang membanggakan. Marlo Klau adalah masa depan yang sedang dipupuk. Dan jika keduanya ditempatkan dalam satu garis besar sejarah, PS Malaka tak hanya punya cerita indah tentang apa yang pernah terjadi, tetapi juga keyakinan tentang apa yang akan datang.**
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















