Laskarmalaka.com || Sepak bola selalu hidup dari cerita. Tentang mereka yang pernah berjaya, dan tentang mereka yang sedang dipersiapkan untuk melanjutkan cerita itu. Di PS Malaka, dua nama kini berada dalam satu garis waktu yang berbeda: Yoko Jehaman, legenda yang telah menorehkan sejarah, dan Marlo Klau, bocah muda yang mulai menyalakan harapan.
Nama Marlo Klau perlahan mencuri perhatian publik sepak bola Nusa Tenggara Timur. Ia belum siapa-siapa di level senior, tetapi prestasinya di kelompok usia muda terlalu nyata untuk diabaikan. Di bawah asuhan Dr. Dion Bria Seran, Marlo tampil tajam bersama PS Malaka U-15 menjadi top skor Piala Menpora tingkat regional NTT, mengantar PS Malaka keluar sebagai juara satu, lalu melangkah ke Piala Presiden U-15 2025 di Surabaya. Di sana, ia kembali menunjukkan naluri alaminya sebagai predator kotak penalti: PS Malaka U-15 finis sebagai runner-up, dan Marlo keluar sebagai top skor turnamen nasional tersebut yang kala itu bersaing dengan para pemain muda SSB yang tersebar di seluruh Indonesia.
Prestasi itu membuat namanya mulai disebut-sebut sebagai penerus Yoko Jehaman. Sebuah perbandingan yang tidak ringan, sebab Yoko bukan sekadar pencetak gol. Ia adalah simbol kejayaan PS Malaka. Dari ETMC 2019 yang berujung trofi di tanah sendiri, hingga ETMC ke-34 di Ende 2025, saat di usia menginjak 30 tahun ia masih mampu membawa PS Malaka melaju ke delapan besar dan keluar sebagai top skor dengan delapan gol, termasuk dua hattrick yang menegaskan bahwa insting seorang striker sejati tidak mengenal usia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















