Salah seorang warga Dusun Wehae menyampaikan ungkapan terima kasihnya.
“Kami masyarakat di sini sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Wakil HMS yang sudah datang langsung melihat kondisi kami. Jalan ini kalau hujan susah dilewati karena berlubang dan berlumpur. Sekarang sudah mulai diperbaiki, kami sangat senang. Terima kasih Bapak SBS–HMS, luar biasa,” ungkapnya penuh haru.
Henri Melki Simu dalam kesempatan itu menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin ada satu pun desa di Malaka yang tertinggal dalam pembangunan infrastruktur dasar. Ia menyebut, jalan merupakan urat nadi perekonomian masyarakat, terutama di wilayah perbatasan seperti Laenmanen, yang menjadi jalur utama mobilitas warga dan arus barang antarwilayah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Bupati SBS selalu menekankan bahwa pembangunan jalan adalah fondasi pemerataan ekonomi. Karena itu, setiap laporan dari masyarakat kami tindaklanjuti secepat mungkin. Pemerintah harus hadir, dan itulah yang kita lakukan hari ini,” tegas HMS.
Langkah cepat Pemkab Malaka ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Banyak warga menilai gaya kepemimpinan SBS–HMS bukan hanya administratif, tetapi juga humanis dan responsif. Mereka tak segan turun ke desa-desa terpencil, memastikan sendiri bahwa setiap program pembangunan berjalan dan manfaatnya dirasakan langsung oleh rakyat.
Pemerintah Kabupaten Malaka berkomitmen untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, terutama jalan penghubung antarwilayah, jembatan, serta akses pertanian dan pendidikan. Semua itu merupakan bagian dari strategi besar SBS–HMS dalam mewujudkan visi “Malaka Bangkit, Maju, dan Sejahtera”.
Kini, jalan di Dusun Wehae bukan lagi sekadar deretan lubang dan lumpur. Suara mesin grader dan vibro yang menderu menjadi simbol perubahan, tanda bahwa pemerintahan yang peduli tak hanya mendengar, tapi juga bekerja dengan hati untuk rakyatnya**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















