Laskarmalaka.com || Di dunia sepakbola Nusa Tenggara Timur, nama Dr. Dion Bria Seran mungkin belum dikenal luas. Tapi bagi anak-anak Malaka, bagi pecinta sepakbola lokal, dan bagi siapa pun yang pernah menyaksikan perjuangan PS Malaka di lapangan, namanya sudah menjadi simbol keajaiban dan inspirasi.
Bayangkan ini: seorang dokter ahli kandungan, yang sehari-hari berkutat dengan pasien, obat, dan operasi, tiba-tiba memutuskan untuk melangkah ke dunia yang sama sekali berbeda “dunia sepakbola”. Dunia yang penuh strategi, tekanan, dan persaingan sengit. Dunia yang menuntut bukan hanya taktik, tapi juga keberanian, intuisi, dan kepemimpinan. Dan di sinilah Dr. Dion membuktikan sesuatu yang luar biasa: passion dan dedikasi bisa melampaui batas profesi, bahkan batas ekspektasi.
Pada Soeratin Cup 2025 di Kupang, PS Malaka U13 dan U15 dibawah asuhannya tampil luar biasa. U13 berhasil menjadi juara 1 piala soeratin cup di kupang NTT dan mewakili NTT di tingkat nasional di Jogja, sementara U15 menorehkan prestasi sebagai runner-up. Ini bukan sekadar kemenangan; ini adalah sebuah deklarasi bahwa Malaka, kabupaten kecil di ujung timur Indonesia, mampu berdiri sejajar dengan klub-klub besar yang telah lama mendominasi panggung nasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kesuksesan itu berlanjut. PS Malaka U15 berhasil menjadi juara 1 Piala Menpora tingkat regional, dan kemudian mewakili NTT di Piala Presiden U15 nasional di Surabaya. Di final, mereka menghadapi SSB Asti Kudus, klub legendaris yang telah melahirkan pemain-pemain hebat seperti Andreas Benyamin. Laga itu berakhir tipis 1-0 untuk Asti Kudus, tetapi bagi PS Malaka, itu adalah kemenangan moral yang luar biasa. Di mata dunia sepakbola, mereka mungkin bukan juara pertama, tapi di hati masyarakat Malaka ini adalah prestasi tertinggi di tingkat nasional, mereka adalah pahlawan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















