Yang menakjubkan adalah cara Dr. Dion mengubah anak-anak ini. Ia bukan sekadar pelatih yang memberi instruksi, tetapi mentor, motivator, dan inspirator. Ia menanamkan mental baja, mengajarkan disiplin, strategi modern, dan yang paling penting: percaya pada diri sendiri. Anak-anak PS Malaka bukan lagi pemain biasa; mereka adalah pasukan kecil dengan mimpi besar, yang berani menantang SSB-SSB papan atas dari seluruh Indonesia seperti SSB Sriwijaya, SSB Wirayudha Kediri, SSB Tunas Palapa Ternate, hingga SSB Tamiang Aceh.
Kini, dr. Dion menjabat sebagai Direktur Olahraga SSB PS Malaka, yang baru didirikan Pemda Malaka pada Oktober 2025. Di bawah kepemimpinan Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Malaka Henri Melki Simu, ia membawa visi baru: mencetak pemain hebat, membangun mental juara, dan menanamkan kecintaan pada sepakbola sejak usia dini.
Kisah Dr. Dion adalah pengingat kuat bahwa inovasi, keberanian, dan dedikasi bisa muncul dari tempat yang tak terduga. Malaka mungkin kecil di peta Indonesia, tapi dengan tangan dingin dan hati besar Dr. Dion, kabupaten ini kini punya wajah baru di dunia sepakbola nasional. Anak-anak yang dulu hanya bermimpi menendang bola di lapangan tanah kini tampil di panggung besar, membawa nama Malaka, membawa nama NTT, dengan bangga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dan di sinilah letak keajaibannya: bukan sekadar menang atau kalah, bukan sekadar trofi, tetapi keberanian untuk bermimpi besar, kerja keras untuk meraihnya, dan keteguhan hati untuk menginspirasi generasi berikutnya. Dr. Dion Bria Seran bukan hanya seorang dokter atau pelatih ia adalah arsitek mimpi, pemimpin yang mencetak sejarah, dan legenda hidup bagi sepakbola Malaka.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















