LaskarMalaka.com || Panitia El Tari Memorial Cup (ETMC) XXXIV resmi menetapkan Jata Bara, maskot bergambar Elang Flores, sebagai lambang utama perhelatan sepak bola Liga 4 Nusa Tenggara Timur yang digelar di Kabupaten Ende. Maskot ini merupakan karya seniman lokal, David Ndate Du’a, yang dikenal dengan nama David Mosar.
Elang Flores (Nisaetus floris), satwa endemik yang terancam punah dan hanya tersisa sekitar 200 ekor, menjadi inspirasi utama penciptaan Jata Bara. Burung pemangsa tersebut banyak ditemukan di kawasan penyangga Taman Nasional Kelimutu, khususnya di wilayah Kecamatan Wolojita, Ende.
“Maskot ini mengusung semangat kekuatan, kewaspadaan, dan keluhuran, sekaligus sebagai simbol titipan leluhur yang dibalut dalam busana adat,” kata David Mosar seusai peluncuran maskot, akhir pekan lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Maskot Jata Bara mengenakan ikat kepala (lesu), bagian dari pakaian adat pria suku Ende-Lio. Lesu melambangkan keagungan dan kewibawaan seorang pemimpin adat atau Mosalaki, sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap Tuhan dan para leluhur.
Logo Sarat Filosofi
Sementara itu, logo resmi ETMC XXXIV dirancang oleh desainer muda Sevty Alystyfan Ikhrony. Logo tersebut mengusung filosofi lokal dan nasional.
Tiga lengkungan menggambarkan Danau Kelimutu, yang terkenal dengan tiga warna airnya. Setiap lengkungan melambangkan perbedaan yang bersatu dalam harmoni. Angka 34 menandakan edisi ke-34 turnamen ini, sementara figur manusia menjadi simbol semangat juang dan sportivitas.
Garis-garis yang mengarah ke atas menuju bintang menggambarkan cita-cita dan harapan baru. Bintang itu sendiri melambangkan arah dan tujuan pembangunan Ende ke depan.
Elemen bola menandai identitas ETMC sebagai ajang sepak bola terbesar di NTT, dan lima garis melambangkan lima sila Pancasila, falsafah negara yang digagas oleh Ir. Soekarno saat masa pengasingannya di Ende. Karena peran sejarah itu, Ende dikenal luas sebagai Kota Pancasila.
Turnamen ETMC XXXIV dijadwalkan berlangsung di Ende dengan melibatkan puluhan klub dari seluruh kabupaten/kota di NTT. Selain sebagai ajang pencarian bakat, ETMC menjadi ruang ekspresi budaya, identitas lokal, dan semangat kebersamaan masyarakat Nusa Tenggara Timur.**



Ikuti Kami
Subscribe


















