Laskarmalaka.com || Camat Rinhat, Servatius Bria, menangani polemik pengukuran tanah adat di desa Nanin yang diduga tanpa pemberitahuan atau sosialisasi kepada masyarakat sehingga mengakibatkan perkelahian antar warga dengan mengeluarkan panggilan tertulis kepada Kepala Desa, masyarakat, dan tokoh adat, hal ini menunjukkan keseriusannya dalam mencari solusi melalui mediasi. Mediasi ini menjadi jalan tengah yang efektif untuk menemukan kesepakatan tanpa melibatkan konflik lebih lanjut.
Namun, Kepala desa Nanin, Susana Noni Klau tidak memenuhi panggilan Camat Rinhat untuk melakukan mediasi penyelesaian dengan masyarakat dan dua kepala suku yang menaungi 4 rumah adat di desa Nanin yakni, Marinus Nesi Timu dan Nikolas Liklao Dah di kantor Camat Rinhat, kabupaten Malaka, provinsi NTT. Jumat, 14 Maret 2025
Marianus Nesi Timu ketika ditemui, dirinya mengaku sangat kecewa dengan tindakan kepala desa Nanin yang tidak hadir dalam mediasi ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Benar hari ini kami dipanggil oleh pak camat Rinhat ke kantor Camat untuk menyelesaikan persoalan pengukuran tanah adat di desa Nanin tapi kepala desa tidak hadir dan kami sangat kecewa dengan tindakan kepala desa Nanin,”katanya
Menurutnya, Ketidakhadiran kepala desa dalam mediasi ini semakin memperburuk situasi yang ada di desa Nanin karena tidak ada niat baik untuk selesaikan persoalan.
“Tidak hadirnya kepala desa Nanin dalam mediasi ini mencerminkan kurangnya komitmen dari pihak pemerintah desa dalam menyelesaikan masalah yang ada secara terbuka. Jika persoalan ini tidak cepat diselesaikan maka semakin memperburuk situasi,”ungkapnya
Dirinya mengaku, camat sudah mengeluarkan surat panggilan kedua kepada kepala desa Nanin.
“Hari ini tidak jadi mediasi karena kepala desa tidak hadir, tapi camat Rinhat sudah melakukan panggilan kedua kepada kepala desa Nanin untuk melakukan mediasi di hari Senin pekan depan,”ujarnya
Dirinya menegaskan, jika hari Senin pekan depan kepala desa Nanin tidak hadir lagi maka masyarakat akan menempuh jalur hukum.
“Kita lihat hari Senin, jika kepala desa tidak hadir untuk melakukan mediasi maka masyarakat yang merasa dirugikan silahkan menempuh jalur hukum,”katanya
Dirinya berharap, kepala desa jangan menghindar untuk menyelesaikan persoalan tanah di desa Nanin.
“Saya berharap Kepala desa harus mampu menyelesaikan persoalan tanah di desa Nanin karena sudah ada perkelahian dan salah satu warga di larikan ke Puskesmas. Jika tidak diselesaikan saya takut ada korban dalam persoalan tanah ini,”harapnya.
Terkait persoalan ini Kepala desa Nanin dan camat Rinhat belum berhasil dikonfirmasi oleh Tim media ini. **



Ikuti Kami
Subscribe


















