Laskarmalaka.com || Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, MPH, meminta keberhasilan umat Paroki Santa Sisilia Kotafoun membangun gereja megah di tengah keterbatasan menjadi inspirasi bagi paroki-paroki lain di Dekenat Malaka. Ia menegaskan, pembangunan rumah ibadah harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan umat.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Malaka,dr.Stefanus Bria Seran (SBS), saat menghadiri pentahbisan Gereja Santa Sisilia Kotafoun, Selasa (20/10/2026). Perayaan tersebut dipimpin Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr, dan dihadiri umat serta sejumlah undangan.
Menurut SBS, keberhasilan umat Kotafoun menyelesaikan pembangunan gereja merupakan bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk mewujudkan cita-cita bersama apabila dilandasi iman, persatuan, dan semangat gotong royong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
SBS berharap pengalaman tersebut menjadi pelajaran bagi paroki-paroki lain, khususnya dalam membangun kehidupan menggereja yang melibatkan partisipasi aktif umat dan mengedepankan tanggung jawab bersama.
“Proficiat kepada panitia pembangunan yang sudah melaporkan secara rinci proses pembangunan. Hal seperti ini harus menjadi contoh bagi yang lain,” kata SBS.
Selain itu, Bupati Malaka SBS secara khusus mengapresiasi panitia pembangunan dan pentahbisan yang menyampaikan laporan pertanggungjawaban secara terperinci, mulai dari proses pembangunan, sumber pendanaan, hingga penggunaan anggaran.
Menurut SBS, keterbukaan dalam pengelolaan dana merupakan praktik baik yang perlu dipertahankan. Pertanggungjawaban yang jelas juga menjadi bentuk penghormatan terhadap umat dan para donatur yang telah berkontribusi dalam pembangunan gereja.
Ketua Panitia Pembangunan dan Pentahbisan Gereja Santa Sisilia Kotafoun, Manuel Nurak, melaporkan bahwa total pemasukan pembangunan hingga 11 Oktober 2026 mencapai Rp 4.075.276.500. Sementara itu, total pengeluaran tercatat sebesar Rp 3.994.508.000.
Dalam laporannya, panitia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Malaka pada 2018, ketika SBS menjabat bersama wakilnya saat itu, memberikan hibah sebesar Rp 500 juta untuk membantu pembangunan gereja. Bantuan tersebut diberikan ketika dana swadaya umat belum mencukupi kebutuhan pembangunan.
Panitia turut menyampaikan apresiasi kepada umat, donatur, pekerja, tokoh masyarakat, pemerintah daerah, serta berbagai pihak yang memberikan bantuan berupa uang, bahan bangunan, perlengkapan liturgi, dan dukungan lainnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















