Salah satu pihak yang mendapat apresiasi adalah Andreas Sofiandi, yang menurut laporan panitia menyumbangkan sejumlah perlengkapan gereja, antara lain meja altar, mimbar, granit, patung, perangkat tata suara, tabernakel, dan gambar salib.
Selain menekankan pentingnya transparansi, SBS mengingatkan umat agar memperhatikan kualitas konstruksi dan merawat bangunan gereja sehingga dapat digunakan dalam jangka panjang.
SBS meminta umat tidak hanya menjadikan kemegahan bangunan sebagai kebanggaan, tetapi juga memastikan gereja tetap terpelihara dan berfungsi sebagai tempat ibadah bagi generasi berikutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya minta kepada umat agar menjaga dan merawat baik-baik bangunan gereja ini agar bisa bertahan hingga 100 tahun,” tegasnya.
Bagi SBS, pembangunan fisik gereja bukanlah tujuan akhir. Setelah memiliki rumah ibadah yang baik, umat perlu memberikan perhatian lebih besar pada pendidikan anak-anak, pengembangan keterampilan generasi muda, pertumbuhan iman, serta peningkatan kesejahteraan keluarga.
Dengan demikian, kemajuan kehidupan menggereja tidak hanya diukur dari kualitas bangunan, tetapi juga dari perkembangan manusia yang menjadi bagian dari komunitas tersebut.
Dalam kesempatan yang sama, Uskup Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr, menyampaikan kegembiraannya atas rampungnya pembangunan dan terlaksananya pentahbisan Gereja Santa Sisilia Kotafoun.
Ia menyampaikan terima kasih kepada umat yang telah bekerja bersama hingga pembangunan gereja dapat diselesaikan. Uskup Dominikus juga mengingatkan agar gedung yang telah ditahbiskan dijaga, dirawat, dan dimanfaatkan secara baik untuk mendukung kehidupan iman umat.
Gereja, menurut pesan yang disampaikan dalam perayaan tersebut, tidak hanya berfungsi sebagai bangunan fisik, tetapi juga menjadi pusat doa, persekutuan, pelayanan, dan pertumbuhan iman umat Katolik.
Pentahbisan Gereja Santa Sisilia Kotafoun menjadi momentum syukur atas perjuangan panjang umat. Peristiwa tersebut sekaligus membawa pesan bahwa semangat gotong royong yang berhasil mewujudkan pembangunan gereja perlu diteruskan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan, kehidupan iman, dan kesejahteraan masyarakat.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















