Laskarmalaka.com || Dokter spesialis penyakit dalam, Melisa Pereira, mengungkapkan kesadaran masyarakat Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur, terhadap bahaya gula darah tinggi atau diabetes mellitus masih tergolong rendah. Akibatnya, banyak pasien baru datang ke rumah sakit ketika kondisi kesehatan sudah berat dan mengalami komplikasi.
“Sebagian masyarakat masih menganggap gula darah tinggi itu hal biasa. Padahal kalau dibiarkan terus menerus bisa menyebabkan komplikasi yang sangat berbahaya,” kata Melisa usai membawakan materi ilmiah bertajuk Hyperglycemic Crisis in Clinical Practice, Challenge and Solution di Garuda Hall, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Sabtu (9/5/2026).
Menurut Melisa, komplikasi akibat diabetes dapat menyerang berbagai organ tubuh, mulai dari ginjal, jantung, mata hingga menyebabkan amputasi pada kaki pasien.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengatakan, salah satu persoalan yang paling sering ditemukan ialah pasien tidak disiplin menjalani pengobatan. Banyak pasien menghentikan konsumsi obat setelah kondisi tubuh mulai membaik.
“Kadang baru minum obat satu sampai dua hari, gula darah turun lalu dianggap sudah sembuh,” ujarnya.
Padahal, lanjut dia, diabetes merupakan penyakit kronis yang harus dikontrol seumur hidup agar kadar gula darah tetap stabil.
“Walaupun minum obat atau menggunakan insulin, penyakit itu sebenarnya tidak hilang lagi, tetapi harus terus dikontrol,” kata Melisa.
Selain itu, ia menyoroti masih adanya pasien yang memilih pengobatan alternatif tanpa kontrol kesehatan rutin. Kondisi tersebut membuat pasien terlambat mendapatkan penanganan medis.
“Kadang-kadang masih banyak juga yang memilih pengobatan alternatif. Akibatnya mereka datang ke rumah sakit ketika kondisi sudah berat. Bahkan ada yang datang dengan gula darah sudah sampai 1000,” ungkapnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















