Laskarmalaka.com || Hujan yang melanda wilayah Kabupaten Malaka dalam beberapa hari terakhir berdampak pada pasokan dan harga ikan di Pasar Harian Beiabuk, Betun, Selasa (12/5/2026). Hujan gerimis yang turun sejak pagi membuat aktivitas pasar berlangsung di tengah kondisi becek dan pasokan ikan yang terbatas.
Pantauan Laskarmalaka.com di lokasi menunjukkan sebagian besar lapak pedagang ikan hanya menyediakan satu hingga dua jenis ikan. Jumlah stok yang dijual pun jauh lebih sedikit dibanding hari-hari normal.Meski kondisi cuaca kurang bersahabat, para pedagang tetap bertahan menjajakan dagangan mereka kepada para pembeli yang datang ke pasar.
Salah satu pedagang ikan, Rio Gonsaga, mengatakan terbatasnya stok ikan dipengaruhi menurunnya pasokan dari para pemasok akibat cuaca yang tidak menentu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini saya hanya jual ikan ekor kuning. Harga per ekor Rp70.000 sampai Rp80.000 tergantung ukuran,” kata Rio saat ditemui di lapaknya.
Ia menjelaskan, pasokan ikan yang diterimanya selama ini berasal dari Kupang, Atapupu, serta sejumlah wilayah pesisir di Kabupaten Malaka seperti Kletek, Motadikin dan Abudenok. Namun dalam beberapa hari terakhir jumlah pasokan mengalami penurunan sehingga jenis ikan yang dijual juga semakin terbatas.
Kondisi serupa disampaikan pedagang lainnya, Yeni Nahak (36). Ia mengaku saat ini hanya menjual ikan kombong dan ikan nipi karena stok dari pemasok berkurang.
“Kami biasa terima pasokan dari Kupang, Atapupu dan juga dari wilayah Malaka seperti Kletek, Motadikin dan Abudenok,” ujarnya.
Menurut Yeni, harga ikan mengalami kenaikan cukup signifikan dibandingkan sepekan sebelumnya. Untuk ikan kombong, satu tumpuk yang sebelumnya berisi tujuh hingga delapan ekor kini hanya berisi lima hingga enam ekor dengan harga tetap Rp50.000.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















