Laskarmalaka.com || Rehabilitasi jaringan irigasi primer Bendung Benenai pada tahun 2025 mulai menunjukkan dampak signifikan terhadap peningkatan produksi gabah petani di Desa Lakulo, Kecamatan Weliman, Kabupaten Malaka.
Program tersebut merupakan hasil koordinasi Pemerintah Kabupaten Malaka yang dipimpin Bupati Stefanus Bria Seran bersama Wakil Bupati Henri Melki Simu dengan Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II), menyusul kerusakan jaringan akibat badai pada 2021.
Bonifasius Klau, petani asal Dusun Kabukalaran A, mengatakan sebelum perbaikan irigasi, petani hanya mampu menanam pada musim tanam pertama (MT I). Pada periode 2021- 2024, lahan seluas setengah hektare miliknya hanya menghasilkan 60–70 karung gabah, sementara lahan satu hektare rata-rata 100–120 karung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi berubah. Pada MT I 2025, hasil panennya meningkat menjadi 70–90 karung untuk lahan setengah hektare. Peningkatan lebih signifikan terjadi pada MT II 2025.
Halaman : 1 2 Selanjutnya



Ikuti Kami
Subscribe


















