Akar bambu yang kuat dinilai mampu menahan erosi, memperkokoh tebing sungai, serta meningkatkan penyerapan air pada musim hujan. Kegiatan gotong royong ini melibatkan warga dari Desa Naimana, Motaain, hingga Oanmane.
Norbertus menegaskan, aksi ini menjadi inspirasi bagi desa lain di Kabupaten Malaka untuk ikut berperan aktif dalam mitigasi bencana dan adaptasi perubahan iklim.
“Menanam bambu hari ini, menyelamatkan generasi besok,” ujarnya.**
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















