Namun, pelaksanaan program tahun ini tidak sekadar mengejar luas lahan yang berhasil diolah.
Dinas Pertanian mulai memperkuat pendataan agar setiap lahan yang mendapatkan pelayanan dapat dipantau hingga pada tahap produksi.
Laurensius mengatakan lokasi pengolahan lahan ditentukan berdasarkan usulan dari desa. Data tersebut selanjutnya menjadi dasar bagi petugas untuk melakukan pendataan, verifikasi, dan pengaturan jadwal operasi traktor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Usulan itu berasal dari desa. Setelah itu dilakukan pendataan dan pengaturan di lapangan,” katanya.
Untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, Dinas Pertanian juga melakukan rapat koordinasi yang melibatkan penyuluh pertanian lapangan (PPL), operator traktor, pengawas, petugas pendata pengolahan lahan, dan pendamping pertanian.
Kepala Dinas Pertanian Malaka bersama Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian, Oktovianus Y. Laku Mali, turut memantau kesiapan pelaksanaan program.
Program pacul tanah gratis tersebut merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah dijalankan Pemkab Malaka pada 2025.
Pada pelaksanaan 2026, pemerintah daerah berupaya memperbaiki sistem dengan menghubungkan pengolahan lahan dengan pendataan produktivitas pertanian.
Dengan demikian, pergerakan traktor tidak hanya ditujukan untuk mempercepat pengolahan tanah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan lahan yang telah dibantu dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produksi pertanian.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















