“Kalau dipanggil, jangan banyak alasan. Itu menunjukkan tidak beretika,” tegasnya.
Dalam arahannya, SBS juga membagikan pengalaman panjangnya selama 32 tahun sebagai ASN, mulai dari kepala puskesmas hingga kepala dinas di tingkat provinsi. Ia menegaskan bahwa kualitas diri tidak ditentukan jabatan, melainkan cara seseorang bekerja.
“Di mana saja saya ditempatkan, bukan jabatan yang menentukan saya emas atau tidak, tetapi diri saya sendiri,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga mengingatkan pentingnya kepemimpinan yang kuat.
“Pemimpin tidak boleh mengeluh di depan prajuritnya. Kalau pemimpin mengeluh, prajurit akan kehilangan arah,” ujarnya.
Menutup arahannya, SBS menegaskan tiga prinsip utama yang harus dipegang setiap pejabat, yakni bekerja sesuai aturan, menghasilkan kerja berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain itu, ia menyinggung sistem promosi dan mutasi ASN yang kini diawasi ketat melalui sistem merit oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Karena itu, ASN diminta terus meningkatkan kapasitas diri.
“Kalau ingin dipromosikan, perhatikan pangkat, pendidikan, dan lama jabatan. Tidak ada tawar-menawar. Karena itu, saudara harus terus belajar,” tegasnya.
Terkait lokasi pelantikan di pantai, SBS menjelaskan bahwa Kabupaten Malaka belum memiliki aula representatif untuk menampung seluruh undangan. Pelaksanaan di ruang terbuka dinilai lebih inklusif dan menghindari kesan diskriminasi.
“Kalau di pantai, semua orang bisa datang. Tempatnya luas dan terbuka. Sepanjang kuat menjangkau lokasi, silakan hadir,” pungkasnya.**
Halaman : 1 2



Ikuti Kami
Subscribe


















